Mendikbud Resmikan Program Budi Pekerti, Wajib Dijalankan Sekolah

   •    24 Juli 2015 17:19 WIB
pendidikan
Mendikbud Resmikan Program Budi Pekerti, Wajib Dijalankan Sekolah
Anies Baswedan menyampaikan sambutan dalam program acara Ramadan Kita Indonesiaberzakat di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Selasa 14 Juli 2015. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menerbitkkan Peraturan Menteri Nomor 23 tahun 2015 tentang Program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP). Program tersebut wajib dijalankan semua sekolah dan semua jenjang pendidikan di Indonesia mulai tahun ajaran baru 2015/2016.

"Program ini dilakukan untuk dijalankan guna menjadikan sekolah sebagai tempat penumbuhan karakter positif siswa, tidak hanya sebagai sumber ilmu-ilmu pelajaran," kata Anies saat peresmian PBP di kantor Kemendikbud, Jakarta (24/7/2015).

Anies mengatakan, program PBP wajib diterapkan pada sekolah melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan nonkurikuler. Kegiatan ini wajib melibatkan semua lapisan yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan, mulai dari warga sekolah, orangtua siswa, hingga masyarakat.

Kegiatan harian wajib seperti menyanyikan lagu kebangsaan, daerah, dan nasional. Sekolah juga harus menyediakan waktu wajib membaca bagi siswa selama 15 menit setiap hari. Kegiatan mingguan dan tahunan juga wajib seperti kerja bakti dan pentas seni yang melibatkan orangtua siswa dan masyarakat sekitar sekolah.

"Kami menyerahkan kepada sekolah untuk mengatur jalannya kegiatan-kegiatan tersebut. Seperti contohnya wajib baca, sekolah dibebaskan memilih waktu pelaksanaan dan buku yang dibaca, tetapi harus sesuai dengan umur siswa," terang Anies.

Mendikbud juga menegaskan bahwa setiap sekolah mulai dari SD hingga SMA dan setaranya wajib upacara bendera sekali dalam sepekan. "Saya tidak mau lagi melihat ada sekolah yang tidak melakukan upacara bendera. Upacara wajib dilakukan, tanpa pengecualian karena ini adalah salah satu momen penting untuk menumbuhkan nasionalisme dan sebagai sarana brifing dari kepala sekolah kepada seluruh warga sekolah," tegas Anies.

Anies juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan memberikan teguran hingga sanksi pencopotan jabatan bagi kepala sekolah yang terbukti tidak menuruti peraturan tersebut. "Kami akan bekerja sama dengan dinas pendidikan setiap wilayah untuk melakukan pengawasan. Baik sekolah negeri atau swasta akan diberi teguran dan sanksi serupa bila terbukti melanggar," pungkasnya.

Herry Mulyanto, perwakilan dari SMKN 20 Jakarta yang turut hadir dalam peresmian program PBP mengaku tidak keberatan menjalankan setiap kegiatan wajib tersebut. Namun, akan membutuhkan waktu untuk melakukan beberapa kegiatan yang membutuhkan beberapa unsur pelengkap dalam pelaksanaannya.

"Misalnya wajib baca, kami mungkin kesulitan dalam pemenuhan jumlah buku untuk seluruh siswa, jadi harus diakali seiring berjalannya waktu dan usaha kami menambah dan memilih buku yang akan dibaca siswa setiap harinnya," kata Herry. (Putri Rosmalia/Media Indonesia)


(TRK)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

11 hours Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /