Pilkada Hanya Diikuti Calon Tunggal, PKS: Sebaiknya tak Ada Pemilihan

Astri Novaria    •    24 Juli 2015 18:01 WIB
pilkada serentakdpr ads
Pilkada Hanya Diikuti Calon Tunggal, PKS: Sebaiknya tak Ada Pemilihan
Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meminta Komisi II DPR mengkritisi PKPU Nomor 12 Tahun 2015. Peraturan tersebut mengatur jika sampai perpanjangan pendaftaran berakhir cuma ada satu calon, pilkada ditunda.

"Ini permasalahan, tentu nanti silakan Komisi II mengkritisi. Silakan Komisi II membahas serius dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mencari jalan keluar yang terbaik," kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Menurutnya, memang tidak ada yang dapat memaksa seseorang untuk mencalonkan diri bersaing dalam pilkada serentak 2015. Sebab, ia mengatakan persiapannya butuh waktu yang panjang dan tidak tergesa-gesa.

"Masak kalau satu kemudian ditetapkan saja? Ini bukan demokrasi. Orang dan dunia akan menertawakan, masak di Indonesia tidak ada yang berani maju. Apalagi independen dimungkinkan, kok independen enggak ada yang berani maju. Ada apa?" pungkasnya.

Secara terpisah, anggota legislatif dari Fraksi PKS Sa'duddin berpendapat bila pilkada serentak hanya diikuti oleh calon tunggal sebaiknya tidak ada pemilihan. Menurutnya, usulan ini memang belum termuat dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang pilkada, sehingga dia meminta DPR dan pemerintah mencari solusi.

"Sebaiknya tidak ada pemilihan jika pilkada hanya ada calon tungga. UU Pilkada belum mengatur terkait calon tunggal ini. Sehingga DPR dan pemerintah diharapkan dapat duduk bersama membahas kondisi ini," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pilkada serentak di beberapa daerah seperti di Sulawesi Utara, Bojonegoro, Surabaya dan Pandeglang, besar kemungkinan hanya akan diikuti oleh satu pasangan calon.

Dalam peraturan KPU No.12 tahun 2015, disebutkan bahwa jika hanya ada satu pasangan calon sampai batas akhir pendaftaran (28 Juli 2015), maka waktu pendaftaran akan diperpanjang selama 10 (sepuluh) hari.

Jika setelah waktu tambahan tersebut, tidak juga ada pasangan calon lain yang ikut mendaftar di pilkada serentak, maka waktu pendaftarannya kembali diperpanjang selama tiga hari.

Jika tetap tidak ada pasangan calon lain yang mendaftar, maka pelaksanaan pilkada di daerah tersebut ditunda pada periode 2017.


(TRK)


Video /