Kuasa Hukum Margriet Ngotot Hadirkan Penyidik Agus

Arnoldus Dhae    •    27 Juli 2015 12:43 WIB
penemuan jenazah angeline
Kuasa Hukum Margriet Ngotot Hadirkan Penyidik Agus
Foto: Tersangka kasus pembunuhan Angeline, Margriet Megawe (tengah) digiring polisi saat mengikuti rekonstruksi di rumahnya di Denpasar/Ant_Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Denpasar: Sidang praperadilan kedua kasus pembunuhan Angeline di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Senin 27 Juli, berlangsung tegang. Kuasa hukum Margriet Megawe memaksa sidang menghadirkan penyidik yang memeriksa tersangka Agustinus Tae Hambamai pertama kali.

Sidang dipimpin hakim Ahmad Peten Sili. Hadir dalam sidang kali ini kuasa hukum Hotma Sitompul, Dion Pongkor, Aldres Napitupulu dan Jefri Kam. Dalam sidang tersebut tim hukum dari Polda Bali yang dipimpin oleh Kombes Pol I Made Parwata dari Bidang Hukum Polda Bali membeberkan lebih dari 20 alat bukti. Selain itu tim hukum Polda Bali menjelaskan lebih dari 10 orang saksi dengan keterangannya masing-masing.

"Dari bukti-bukti dan saksi-saksi serta seluruh proses tahapan penyidikan sampai dengan penetapan tersangka yang sudah sesuai dengan prosedur hukum, maka kami meminta kepada yang mulia hakim pimpinan sidang untuk menolak permohonan pemohonan untuk seluruhnya, sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP, subsider pasal 338. Menghukum pemohon untuk membayar denda dan biaya perkara sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang," kata Kombes Pol I Made Parwata dalam persidangan di PN Denpasar, Bali, Senin (27/7/2015).

Setelah mendengar jawaban termohon, terjadi perdebatan sengit antara tim kuasa hukum Margriet dan tim hukum dari Polda Bali. Kuasa hukum Margriet, Dion Pongkor mengatakan penyidik yang memeriksa Agus seharusnya seharusnya dihadirkan dalam sidang untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya.     

"Kami meminta agar para penyidik yang melakukan penyidikan terhadap tersangka Agus agar dihadirkan. Ini sangat penting bagi kami karena kesaksian Agus berubah-ubah. Pertama Agus sudah menyatakan jika dialah pelakunya dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian kesaksian itu berubah-ubah sampai akhirnya Agus mengaku bukan dia yang membunuh. Penyidik yang pertama itulah yang mengetahui alasan Agus berubah keterangannya. Jadi dalam sidang besok kami minta agar penyidik dihadirkan," kata Dion Pongkor.

Permintaan tersebut langsung ditanggapi oleh Hakim Ahmad Peten Sili. Hakim keberatan karena hal tersebut terlalu jauh masuk ke materi persidangan.

"Kenapa tidak sekalian tersangka Agus dihadirkan saja dalam persidangan besok," tantang hakim. Pertanyaan hakim ini sebenarnya merupakan bentuk penolakan untuk menghadirkan penyidik. Namun demikian, hakim menyerahkan permintaan tersebut kepada termohon. Termohon dari Polda Bali pun keberatan dengan permintaan tersebut. "Ini permintaan pemohon. Kami tentu keberatan karena materinya berbeda," ujar Parwata.

Agenda sidang ketiga adalah pemeriksaan saksi ahli. Masing-masing pihak menghadirkan saksi ahli. Tim kuasa hukum Margriet dipastikan hanya menghadirkan saksi ahli pidana dan tidak berhasil menghadirkan saksi dari ahli psikologi.

"Izin yang mulia, besok kami hanya menghadirkan saksi ahli pidana. Sementara dari ahli psikologi batal dihadirkan karena keluarganya sakit," ujarnya.

Sementara dari pihak termohon juga akan mengadirkan saksi ahli. Sidang ketiga akan digelar Selasa 28 Juli 2015, pukul 09.00 Wita.


(TTD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /