Gubernur Bengkulu Tak Hadiri Panggilan Bareskrim

Githa Farahdina    •    27 Juli 2015 12:46 WIB
kasus korupsi
Gubernur Bengkulu Tak Hadiri Panggilan Bareskrim
Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah---MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah tak menghadiri panggilan Bareskrim Polri. Sedianya Junaidi diperiksa pertama kali sebagai tersangka kasus penerbitan SK Pembina Tenaga Honorer di RSUD M Yunus.

"Beliau kan Gubernur, ada agenda lain yang lebih penting. Jadi, tidak bisa diperiksa hari ini," kata pengacara Junaidi, Muspani, ketika dihubungi wartawan, Senin (27/7/2015).

Surat pemberitahuan, tambah Muspani, sudah dilayangkan kepada pihak penyidik Polri pagi tadi.

Kasus ini awalnya ditangani Polda Bengkulu. Penyidik Polda Bengkulu sudah memeriksa 17 saksi dan empat ahli.

Karena melibatkan gubernur, penyidikannya diambilalih oleh Bareskrim. Kasus ini sudah diproses sejak 12 Mei 2015. Junaidi resmi berstatus tersangka pada Selasa 14 Juli 2015. Ia diduga bersalah dalam penerbitan surat keputusan Nomor 17 Tahun 2011.

SK itu diterbitkan pada 21 Februari 2011. Dalam kasus ini, Junaidi diduga merugikan negara Rp359 juta. Namun, jumlah pasti kerugian negara hingga saat ini masih dihitung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).


(MBM)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

14 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /