RI Dorong Perempuan Jadi Anggota Pasukan Perdamaian PBB

Fajar Nugraha    •    27 Juli 2015 12:51 WIB
kemenlu
RI Dorong Perempuan Jadi Anggota Pasukan Perdamaian PBB
Menlu Retno dalam pertemuan regional Pasukan Perdamaian PBB (Foto: Fajar/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia saat ini terus meningkatkan keterlibatan di Pasukan Perdamaian PBB. Keterlibatan perempuan di pasukan itu pun menjadi perhatian.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, selain angka, kualitas dari pasukan perdamaian Indonesia pun akan ditingkatkan.

"Kita juga harus mengutamakan bagaimana kita mendorong perempuan berpartisipasi di dalam Peacekeeping Mission UN (Pasukan Perdamaian PBB)," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, usai membuka The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping, di Jakarta, Senin (27/7/2015).

"Saat ini perempuan di pasukan perdamaian PBB masih berada di bawah 20. Oleh karena itu meningkatkan partisipasi perempuan di Pasukan Perdamaian PBB ada di dalam agenda Indonesia," lanjut Menlu Retno.

Sementara Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu Hassan Kleib menambahkan, keterlibatan perempuan ditargetkan untuk ditingkatkan menjadi 100.

Menlu menyebutkan, Indonesia salah satu yang kontributor besar dalam pasukan perdamaian PBB. 2.800 personel sudah dikirim Indonesia ke wilayah konflik. Saat ini Indonesia bermaksud untuk menambah keterlibatan pasukan Indonesia di PBB hingga 4.000 personel.

"Kalau Kita sudah bisa mencapai visi 4.000 pecekeeper (pasukan perdamaian) itu berarti kita bisa akan menjadi salah satu 10 terbesar kontributor Pasukan Perdamaian PBB," tutur Menlu Retno.

Sosok seperti Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Lapangan Atul Khare dan mantan Presiden Timor Leste Ramos Horta mengapresiasi keterlibatan Indonesia dalam pasukan perdamaian PBB.

"Jadi kita sangat diapresiasi, ini  merupakan salah satu elemen atau kekuatan politik luar negeri Indonesia dan ini dimandatkan oleh konstitusi kita," sebut Menlu.

Sementara untuk The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping di Jakarta, merupakan bagian dari empat pertemuan regional sebelum diselenggarakannya Pertemuan Pasukan Perdamaian di New York. Pertemuan tersebut rencananya akan berlangsung pada September 2015 mendatang.


(FJR)

Video /