Program Pembudidayaan Ikan Jangan Dibajak Kepentingan Lokal

Antara    •    27 Juli 2015 14:17 WIB
perikanan
Program Pembudidayaan Ikan Jangan Dibajak Kepentingan Lokal
Ikan (ANTARA FOTO,Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Program demonstration farm (demfarm) atau metode baru pembudidayaan perikanan yang tengah digalakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jangan sampai dibajak kepentingan politik.

"(Efektivitas program) bergantung pada pelaksanaannya di lapangan karena seringkali dibajak untuk melanggengkan kekuasaan politik mereka di masing-masing daerah," kata Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim di Jakarta, Senin (27/7/2015).

Menurut Abdul Halim pembajakan program untuk kekuasaan politik setempat dinilai dapat membuat target dari program tersebut menjadi tidak tercapai. Hal tersebut karena tidak tepatnya pihak penerima bantuan program karena kelompok penerimanya justru didominasi oleh para juragan daerah.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan program demfarm seperti untuk ikan budi daya bawal bintang sebagai bagian dalam mengatasi dampak Permen KP No 1 Tahun 2015, tentang penangkapan lobster (Panulirus spp), kepiting (scylla spp.) dan rajungan (portunius pelagicus).

"Dalam peraturan diatur tentang penangkapan benih dan induk lobster, yang tentunya sangat berpengaruh bagi pendapatan masyarakat, khususnya di Lombok yang terbiasa melakukan penangkapan benih lobster untuk dijual atau diekspor," tutur dia.

Melalui demfarm itu para nelayan atau masyarakat sekitar dikenalkan cara budi daya bawal bintang yang ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan perikanan.

Selain itu, data BPS juga mengungkapkan bahwa jumlah rumah tangga yang berusaha di bidang perikanan budidaya meningkat dari 985 ribu pada 2003 menjadi 1,2 juta pada 2013.

Berdasarkan data statistik perikanan budidaya KKP tahun 2010-2014, produksi perikanan budidaya telah mengalami peningkatan sekitar 23 persen per tahun dengan komoditas yang mengalami peningkatan di atas 20 persen per tahun adalah rumput laut (27 persen), udang vaname (20 persen), patin (25 persen) dan lele (26 persen).


(SAW)

Video /