Ini Alasan Pansel 'Isolasi' Capim KPK

M Rodhi Aulia    •    27 Juli 2015 16:31 WIB
capim kpk
Ini Alasan Pansel 'Isolasi' Capim KPK
Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)--Metrotvnews.com/M.Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja memberlakukan seleksi tahap tiga, nyaris dua hari penuh. Pansel sengaja melakukan itu untuk melihat ketahanan fisik maupun mental masing-masing capim KPK.

"Tantangan jadi Pimpinan KPK sekarang ini berubah atau bergeser, sehingga kita mendesain satu tes untuk bisa menilik kemampuan mereka menjadi pimpinan KPK. Sehingga kemampuan dan kepribadian mereka apakah cocok menjadi pimpinan yang bisa bekerja sama, tahan stres, dan tidak agresif kepada wartawan atau sesama kolega serta pihak luar di KPK," kata anggota Pansel Supra Wimbarti kepada wartawan di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).

Di samping itu, waktu yang cukup lama itu sengaja dilakukan untuk melihat sifat asli mereka. Sebab, dalam dunia normal tidak mudah untuk melihat hal tersebut.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan, sifat asli yang tidak keluar saat keadaan normal itu akan nongol ketika ada pemantik atau stimulus. Misalkan, kata dia, saat menangani kasus berat dan stressfull. Dari sana, apakah capim dapat bekerja dengan normal dan berpikir secara jernih atau tidak.

"Kemudian karena pimpinan KPK sangat berat secara fisik, bisa sehari 24 jam pada kasus-kasus tertentu, kami juga ingin melihat endurance (ketahanan atau kesabaran) mereka. Maka kemampuan tubuh ini untuk menghadapi permasalahan, sampel prilakunya itu kita ambil dua hari full," terang Supra.

Dalam kesempatan ini, Pansel KPK bekerja sama dengan PT Quantum Human Resources Management International yang terdiri dari para assessor, baik di bidang psikologi, manajerial, hukum, dan internal KPK sendiri. Di samping kecerdasan pikiran, assessor akan melihat kecerdasan emosi.

"Apabila mereka di bawah tekanan sampai jam 10 malam nanti, ada yang gelisah, ada yang marah-marah, ada yang tidak bisa menerima model tes seperti ini, kita amati dan buat catatan-catatan," ungkap pendiri Quantum, Pribadijono.

Ketua Pansel KPK Destry Damayanti mengatakan, pihaknya sengaja mengisolasi mereka. Selama proses seleksi, mereka terus-menerus berada di dalam gedung, tempat tes berlangsung. Semua kegiatan, termasuk istirahat, salat, dan makan.

"Kita mohon jangan ganggu mereka. Karena mereka pasti akan kelelahan. Saking kelelahannya, bahkan ada beberapa capim yang menginap di sekitar Pusdiklat sini," pungkas Destry.


(YDH)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /