Suap Akil Mochtar, Berkas Bupati Morotai Sudah P21

Achmad Zulfikar Fazli    •    27 Juli 2015 17:26 WIB
suap mk
Suap Akil Mochtar, Berkas Bupati Morotai Sudah P21
Bupati Morotai Rusli Sibua. (Foto: MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berkas penyidikan Bupati Morotai Rusli Sibua dinyatakan lengkap atau P21. Kasusnya akan dinaikkan ke penuntutan. Hal ini diungkapkan Rusli usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK.
 
Sembari berjalan menuju mobil tahanan KPK, Rusli yang mengenakan rompi orange keluar gedung lembaga antikorupsi sekira pukul 16.25 WIB. "Iya sudah P21," kata Rusli menjawab serbuan pertanyaan wartawan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).
 
Sebelumnya, Rusli sempat meminta KPK memeriksa Wakil Ketua nonaktif KPK Bambang Widjojanto. Pasalnya, Bambang sempat menjadi pengacara Rusli dalam sengketa Pilkada Morotai 2011 di Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Jadi saya minta KPK untuk panggil Bambang Widjojanto karena beliau itu kuasa hukum saya dulu di MK. Perkara saya ini sudah saya kuasakan pada BW untuk mengurusnya," kata Rusli, Rabu 22 Juli.
 
Rusli resmi ditahan KPK untuk 20 hari ke depan sejak 8 Juli. Penahanan dilakukan usai ia dijemput paksa lantaran tak kooperatif dalam pemeriksaan sebagai tersangka.
 
Surat perintah penyidikan (Sprindik) terhadap Rusli diterbitkan pada 25 Juni 2015. Dia disangkakan telah memberi atau menjanjikan sesuatu pada Akil Mochtar selaku hakim MK dengan tujuan mempengaruhi putusan sengketa Pilkada Morotai 2011.
 
Penetapan tersangka Rusli merupakan hasil pengembangan dari putusan pengadilan Akil Mochtar. Akil telah dinyatakan bersalah dan divonis penjara seumur hidup.
 
Dalam dakwaannya, Akil disebut meminta uang untuk menyetujui keberatan hasil pilkada 2011 di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Dia menerima Rp2,989 miliar dari Rp6 miliar yang diminta.
 
Atas perbuatannya, Rusli disangka telah melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 


(FZN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

16 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /