Terjadi Kekerasan dalam MOS, Ini Ancaman untuk Sekolah

Selamat Saragih    •    27 Juli 2015 17:56 WIB
pendidikan
Terjadi Kekerasan dalam MOS, Ini Ancaman untuk Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman. (Foto: MTVN/Intan Fauzi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi tegas kepada murid, guru, dan kepala sekolah yang terbukti lalai hingga terjadi kekerasan dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).
 
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman mengintruksikan seluruh sekolah, yakni kepala sekolah, wali kelas, guru, peserta didik, pengurus OSIS, orang tua, wali murid serta alumnus menghentikan kekerasan di sekolah.
 
Intruksi bukan hanya saat MOS, tapi wajib dilaksanakan sepanjang tahun penyelenggaraan pendidikan di seluruh sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Jakarta. "Saya minta hentikan tindakan kekerasan di sekolah sepanjang tahun dan dimulai detik ini," kata Arie di SMA Negeri 3, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2015).
 
Arie menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi siswa yang melakukan kekerasan, baik verbal, visual, dan fisik. Mereka akan dipecat dari sekolah dan tidak bisa masuk sekolah negeri di seluruh Jakarta. Kepala sekolah dan guru yang lalai akan dikenakan sanksi berupa pemberhentian dari jabatan.
 
"Saya minta kerja sama orang tua dan wali murid untuk mengawasi dan mendampingi putra - putrinya selama mengikuti proses belajar di sekolah," ujarnya.
 


(FZN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /