Saham di Tiongkok Gerus Wall Street

Ade Hapsari Lestarini    •    28 Juli 2015 08:30 WIB
wall street
Saham di Tiongkok Gerus Wall Street
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street -- FOTO: Reuters/Brendan McDermid

Metrotvnews.com, New York: Wall Street terpantau melemah pada perdagangan Senin waktu setempat. Nasdaq kehilangan hampir satu persen setelah adanya penurunan tajam di saham Tiongkok.

Penurunan tajam tersebut terjadi dalam delapan tahun, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan perekonomian terbesar nomor dua di dunia ini bisa menyakiti mitra dagangnya.

Reuters melansir, Selasa (28/7/2015), indeks Dow Jones Industrial Average melemah ke level terendah sejak Februari, dan S & P 500 menorehkan pelemahan dalam lima sesi berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Januari.

Selain itu, 480 saham mencapai 52 minggu terendahnya di Bursa Efek New York, yang paling dalam satu hari sejak Oktober 15. Setelah saham Tiongkok jatuh lebih dari delapan persen, regulator sekuritas atas negara itu mengatakan Beijing akan terus membeli saham untuk menstabilkan pasar sebagai rencana penyelamatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,73 persen menjadi 17.440,59 poin. Indeks S & P 500 melemah 0,58 persen menjadi 2.067,64. Nasdaq Composite turun 0,96 persen ke 5.039,78. Sembilan dari 10 besar sektor S & P 500 terpantau lebih rendah, yang dipimpin oleh penurunan sebesar 1,35 persen di indeks energi.

Seperti diketahui sebanyak 7,3 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS. Jumlah tersebut di atas rata-rata harian 6,6 miliar lembar saham sepanjang bulan ini.


(AHL)