Posisi DSR di Atas 50%, Pemerintah Dikhawatirkan tak Mampu Bayar Utang

Suci Sedya Utami    •    28 Juli 2015 18:41 WIB
utang luar negeri
Posisi DSR di Atas 50%, Pemerintah Dikhawatirkan tak Mampu Bayar Utang
Ilustrasi utang. Antara,Dhoni Setiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Ekonomi Direktur Eksekutif Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia Hendri Saparini menghawatirkan kemampuan pemerintah untuk membayar utang.

Pasalnya, saat ini dengan posisi rasio pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri terhadap penerimaan transaksi berjalan (Debt Service Ratio/DSR) yang di atas 50 persem menciptakan adanya kekhawatiran Pemerintah untuk tidak mampu membayarnya.

"DSR di atas 50 persen bukan berarti aman, yang kita khawatirkan adalah prospek membayar utang. Kalau ekspor tidak membaik karena 70 persennya adalah komoditas primer, dan prediksinya ke depan belum akan 
naik," kata dia  di Graha Sucofindo, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015). 

Untuk itu perlu ada strategi dari Pemerintah untuk mengelola utang lebih baik. Meskipun ke depannya diperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan membaik dan akan berdampak positif bagi kinerja ekspor Indonesia, namun perbaikan ekspor masih akan membutuhkan waktu.

Seperti diketahui, dalam statistik utang luar negeri yang dirilis Bank Indonesia DSR triwulanan Tier 1, kuartal I 2015 adalah 22,44 persen. Sementara Tier 2, kuartal I 2015 adalah 56,08 persen. Sedangkan tahunan, DSR Tier 1, kuartal I 2015 adalah 23,05 persen, DSR Tier 2, kuartal I 2015 adalah 49,67 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, secara fiskal indikator yang dipakai Pemerintah adalah debt to GDP ratio.

"Di mana kalau kita punya utang kita ukur lihat aman atau tidaknya dibandingkan dengan PDB, intinya masih aman," kata dia usai acara yang sama.

Menurut data statistik luar negeri BI, tercatat rasio utang terhadap PDB kuartal I-2015 adalah 33,56 persen. Sementara pertumbuhan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 5,9 persen secara year on year (yoy) atau 
lebih lambat dibanding April 2015 yang tercatat tumbuh 7,7 persen (yoy). Posisi ULN Indonesia pada Mei 2015 tercatat USD302,3 miliar terdiri dari ULN sektor publik USD133,5 miliar atau mencapai 44,2 persen dari total 
ULN, sementara sektor swasta tercatat USD 168,7 miliar atau 55,8 persen dari total ULN.



(SAW)


Vietnam Juara Piala AFF 2018

Vietnam Juara Piala AFF 2018

1 day Ago

Vietnam sukses menekuk Malaysia 1-0 di lek kedua Final Piala AFF 2018. Hasil ini memastikan Vie…

BERITA LAINNYA
Video /