PTUN Tolak Gugatan Pembebasan Bersyarat Pollycarpus

Laela Zahra    •    29 Juli 2015 15:04 WIB
pollycarpus
PTUN Tolak Gugatan Pembebasan Bersyarat Pollycarpus
Aktivis Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir berorasi usai mengikuti sidang pembacaan putusan di PTUN, Jakarta, Rabu (29/7/2015). Foto: Yustinus Agyl

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta menolak gugatan pembebasan bersyarat terpidana pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Priyanto yang diajukan LSM Imparsial.

Majelis hakim menilai surat pembebasan bersyarat terhadap Pollycarpus yang diterbitkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 28 November tidak termasuk kategori objek perkara tata usaha negara. Majelis juga menimbang pemberian pembebasan bersyarat terhadap Pollycarpus sudah sesuai dengan ketentuan KUHP dan KUHAP.

"Yakni terpidana telah menjalani dua per tiga masa hukuman dan menjalani masa percobaan pembebasan bersyarat selama sisa masa hukuman enam tahun," ujar Ketua Majelis Hakim Ketua Ujang Abdullah di PTUN Jakarta, Rabu (29/7/2015). 

Sidang dipimpin Ujang Abdullah dan hakim anggota Indaryadi serta Teguh Satha Bhakti. Sementara panitera pengganti Yulianti. Sidang juga dihadiri tim kuasa hukum imparsial dan tim Hukum Kementerian Hukum dan HAM serta kuasa hukum Pollycarpus sebagai pihak tergugat dua.

Usai sidang, Kuasa Hukum Imparsial Muhammad Isnur menyatakan kecewa dengan putusan majelis hakim. "Kita akan melakukan upaya banding. Jelas ini objek gugatan tata usaha negara, karena surat pembebasan bersyarat diterbitkan menteri hukum dan HAM yang bertindak pejabat tata usaha negara bukan individu," ujar Isnur.  

Di teras pengadilan, belasan pendukung Munir berunjukrasa. Mereka menentang pembebasan bersyarat terhadap Pollycarpus.  



(KRI)

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018
Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

57 minutes Ago

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions akan digelar pada 13-14 dan 20-21 Februari 2018.…

BERITA LAINNYA
Video /