Media Diajak Ikut Cegah Paham Radikalisme melalui Pemberitaan

Amaluddin    •    29 Juli 2015 17:01 WIB
terorisme
Media Diajak Ikut Cegah Paham Radikalisme melalui Pemberitaan
Ilustrasi penangkapan teroris, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Peran media online sangat penting menyajikan pemberitaan publik. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) pun bekerja sama mencegah paham radikalisme serta terorisme‎ melalui pemberitaan ke masyarakat.

"Media online sifatnya cepat dan bisa dibaca di mana saja sehingga pesan yang segera tersampaikan," kata Ketua PWI Jawa Timur Akhmad Munir dalam acara diskusi Pemberdayaan Media Online dan Media Sosial Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Surabaya, Rabu (29/7/2015).

Dia menambahkan pemberitaan yang bersifat mengajak pencegahan terhadap ancaman radikalisme dan terorisme di media sosial berdampak signifikan.

Lantaran itu, pemberitaan yang mencerahkan sangat diperlukan untuk mencegah bahaya radikalisme dan terorisme dapat mempengaruhi masyarakat.

"Caranya seperti apa? Utamanya yakni menulis pemberitaan berpedoman pada kode etik jurnalistik yang sudah diatur. Bahkan, peliputan terorisme pun sudah ada aturannya," lanjutnya.

Munir mencontohkan pedoman peliputan terorisme. Wartawan selalu menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas di atas kepentingan berita dan membekali diri dengan peralatan untuk melindungi jiwanya.

"Wartawan juga harus menghindari pemberitaan berpotensi mempromosikan dan memberikan legitimasi maupun glorifikasi terhadap tindakan maupun pelaku terorisme. Sebab, terorisme adalah kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan," tandasnya.

Sementara itu, menurut Ketua FKPT Jawa Timur Soubarisman mengaku pelaku-pelaku media sosial di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pencegahan radikalisme maupun terorisme.

"Perannya media daring dan media sosial sangat luar biasa sehingga harus dimanfaatkan dengan tidak menyalahgunakannya untuk mengabarkan tindakan radikalisme," katanya.

‎Dirinya menegaskan bahwasanya pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan yang mengajak masyarakat menanggulangi abcaman paham radikalisme dan terorisme.

"Antara lain peningkatan kerja sama kelembagaan baik internal maupub eksternal, kerja sama di bidang sosial dan budaya, mengajak pemuka agama agar menyosialisasikan perdamaian dan hidup bertoleransi di negara majemuk ini," tandasnya.
 


(RRN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /