Pengamat: Lebih Baik Pilkada Surabaya Ditunda hingga 2017

Amaluddin    •    30 Juli 2015 17:51 WIB
pilkada serentak
Pengamat: Lebih Baik Pilkada Surabaya Ditunda hingga 2017
Ilustrasi pilkada, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Kandidat dadakan atau calon boneka disebut-sebut akan muncul dalam pelaksanaan Pilkada Surabaya, Jawa Timur, 2015. Daripada potensi itu muncul, lebih baik pemerintah menunda Pilkada Surabaya hingga 2017.  

"Kalau seperti ini, saya menilai lebih baik Pilkada ditunda hingga 2017. Tapi dengan catatan, partai politik harus lebih serius mempersiapkan calonnya," kata pengamat politik yang juga koordinator Parlemen Watch Jawa Timur, Umar Salahuddin, di Surabaya, Jawa Timur.

Bila calon boneka dimunculkan, kata Umar, itu sama saja dengan membodohi masyarakat. Sebab visi dan misi calon boneka tak jelas. Itu bisa menjadi akal-akalan elite partai politik.

"Dia (calon boneka) datang tiba-tiba. Mereka tak dikenal publik," kata Umar.

Umar menyampaikan itu setelah muncul nama yang dianggap sebagai penantang Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana dalam Pilkada 2015. Risma-Whisnu telah mendaftar ke KPU bersama partai pendukung yaitu PDIP.

Namun, Koalisi Majapahit yang mendeklarasikan akan mengikuti pelaksanaan Pilkada Surabaya tak kunjung mendaftarkan pasangan calon ke KPU. Hingga pendaftaran ditutup pada 28 Juli 2015, hanya Risma-Whisnu yang mendatangi KPU.

Belakangan, muncul nama Syamsul Arifin diusung Koalisi Majapahit untuk menjegal Risma-Whisnu. Umar menilai nama Syamsul tidak diperhitungkan di kancah perpolitikan Kota Pahlawan.


(RRN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

16 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /