Kekeringan, Petani Garbis Justru Raup Keuntungan

Catur Irawan    •    30 Juli 2015 20:40 WIB
kekeringan
Kekeringan, Petani Garbis Justru Raup Keuntungan
Buruh tani memanen buah garbis di areal persawahan Desa Balonggemek, Megaluh, Jombang, Jawa Timur, Senin (6/10/2014). Foto: Antara/Syaiful Arif

Metrotvnews.com, Surabaya: Saat sebagian wilayah di Indonesia mengalami kekeringan dan gagal panen akibat musim kemarau, petani garbis di Surabaya, Jawa Timur, justru meraup untung.

Sejak sawah tak bisa lagi ditanami padi, petani di kawasan Medokan Asri, Rungkut, Surabaya, mengalihfungsikannya menjadi lahan buah gubris dan timun mas.

"Lahan seluas dua hektare bisa menghasilkan 100 kilogram hingga satu ton buah garbis dan timun mas," kata Untung Subejo, petani gubris, Kamis (30/7/2015).

Keuntungan yang didapat, kata dia, mencapai lebih dari Rp75 juta sekali panen. "Musim kemarau ini diperkirakan bisa berlangsung hingga tiga bulan ke depan," katanya.
 
Di pasaran, harga jual garbis dan timun mas Rp6 ribu hingga Rp10 roibu per kilogram. "Saat ini kami hanya menjaga agar hasil tanaman ini bagus agar keuntungannya maksimal," kata dia.


(UWA)