Pemerintah akan Terbitkan Samurai Bond Sebelum Akhir September

Suci Sedya Utami    •    31 Juli 2015 07:33 WIB
samurai bond
Pemerintah akan Terbitkan Samurai Bond Sebelum Akhir September
Ilustrasi mata uang Yen. REUTERS/Shohei Miyano

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyatakan akan segera menerbitkan obligasi berdenominasi yen atau Samurai Bond selambat-lambatnya sebelum akhir September.

"Kami harap Samurai Bond kita eksekusi sebelum berakhir kuartal 3," kata Dirjen DJPPR, Robert Pakpahan di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Juli 2015.

Pemerintah selama ini memang menunggu penerbitan Samurai Bond karena masih melihat dan mempertimbangkan kondisi pasar obligasi di negeri Sakura. Selain itu karena Pemerintah menunggu penyelesaian tax rule. Namun Robert memastikan hal tersebut sudah kelar.

"Kami harap market di Jepang enggak terlalu terpengaruh kondisi di Tiongkok dan Yunani," ujarnya.

Robert menjelaskan, nantinya penerbitan Samurai Bond ada dua skema, yakni dengan penjaminan emisi (guarantee) dan non-guarantee. Komposisinya pun tergantung dari permintaan yang ada antara yang guarantee dan non-guarantee.

"Tergantung permintaannya. Tapi kami harap kalau tahun depan kami terbitkan non-guarante dan guarantee makin banyak, yang guarantee nanti makin dikenal, akhirnya investor membeli dan membeli lagi," terangnya.

Sebelumnya, Direktur Strategi dan Portofolio DJPPR Kementerian Keuangan, Scenaider CH Siahaan, mengatakan minat investor Jepang pada Samurai Bond yang diterbitkan pemerintah Indonesia masih cukup bagus.

Namun ada satu kekhawatiran berkaitan dengan banyaknya negara Eropa yang akan menerbitkan obligasi di Jepang. “Kita yakin masih cukup diminati karena kita sudah cukup di kenal di sana,” jelas dia.


(AHL)


Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

9 hours Ago

Pengacara yang mewakili dua ultras Roma tersangka penganiayaan suporter Liverpool menyatakan ke…

BERITA LAINNYA
Video /