Kekeringan Sudah Diantisipasi Sejak Januari

Ade Hapsari Lestarini    •    31 Juli 2015 13:39 WIB
kekeringan
Kekeringan Sudah Diantisipasi Sejak Januari
Ilustrasi kekeringan ANTARA FOTO/Saiful Bahri/

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengimbau masyarakat agar tidak resah dengan datangnya musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan karena pemerintah sudah menyiapkan antisipasinya sejak Januari lalu.

Dia menyatakan, lahan persawahan yang mengalami kekeringan di Indonesia terus menurun, menyusul upaya pemerintah melalui pemberian mesin pompa.

"Pada periode Januari sampai Juli, Indonesia memiliki wilayah kekeringan sekitar 200 ribu hektare. Dan pada tahun ini di periode yang sama, angka tersebut turun menjadi 110 ribu hektare karena ada upaya pemberian mesin pompa kepada para petani," ujar dia seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2015).

Dia mengatakan, dengan memberikan pompa tersebut, maka permasalahan kekeringan yang terjadi saat ini bisa ditekan sedini mungkin.

"Kami sudah berkeliling daerah memantau kekeringan dan memberikan bantuan sebanyak yang dibutuhkan kepada kabupaten-kabupaten yang berpotensi kekeringan. Dan kalau masih kurang jumlahnya akan terus kami tambah serta kapasitas pompa ditingkatkan sebelum masalah kekeringan di daerah tersebut benar-benar terjadi," ungkapnya.

Menurutnya, selain memberikan mesin pompa air, Kementerian Pertanian (Kementan) juga memberikan bantuan berupa pembangunan saluran air irigasi yang ada di Indonesia. Dan juga telah menyiapkan proyek pembuatan embung dan sumur dangkal yang akan menyimpan air saat musim hujan untuk digunakan pada musim kemarau berlangsung.

"Sampai dengan saat ini terdapat sekitar 1,3 juta fisik pembangunan saluran air yang sudah dibangun. Kita juga bangun embung di daerah endemis kekeringan. Ada sekitar 198 ribu daerah endemis di seluruh Indonesia," tambah dia.

Untuk yang puso, lanjut Mentan, saat ini tinggal 8 ribu hektar saja atau jauh menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 35 ribu hektare.

"Artinya, sejak awal kami sudah mengantisipasi dan juga memprediksi adanya kekeringan yang setiap tahun terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Yang artinya, kalau memang terjadi kekeringan yang cukup kuat yakni sekitar 150 ribu ha, maka masih ada cadangan sekitar 250 ribu ha menyusul adanya upaya percepatan tanam tersebut," jelasnya.

Secara total, lanjut Amran, kementeriannya menyiapkan anggaran sebesar Rp800 miliar untuk menekan jumlah lahan yang mengalami kekeringan pada tahun ini. Hingga saat ini, sudah sekitar 30 persen dari anggaran tersebut sudah terserap. Selain itu, Kementan membentuk tim khusus yang akan menangani kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia ini.

"Anggaran sekitar Rp800 miliar. Saat ini sudah sekitar 30 persen sudah terserap. Ini kita antisipasi lebih awal dengan bentuk tim khusus dari Kementan. Kita antisipasi dengan memonitor seluruh Indonesia. Kita sudah menyerap, bila ada kekeringan kita minta laporannya dan langsung dilakukan solusinya," paparnya.

Karenanya, dia meyakinkan masyarakat bahwa kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia terkendali dan tidak mengancam ketersediaan pangan. Ia menggambarkan, stok padi hingga kini masih aman, bahkan diprediksi surplus.

"Sesuai dengan Angka Ramalan (Aram) BPS, tahun ini, peningaktan produksi padi mencapai 5,5 juta ton. Dengan jumlah tersebut, dampak gagal panen akibat kekeringan tidak akan berarti," pungkasnya.


(AHL)


Video /