Turun Jabatan, Pejabat DKI Ini Pindah ke Kepulauan Seribu

Wanda Indana    •    31 Juli 2015 13:44 WIB
dki jakarta
Turun Jabatan, Pejabat DKI Ini Pindah ke Kepulauan Seribu
Pelantikan pegawai DKI-----Ant/Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta telah merotasi puluhan pejabat eselon III mulai Jumat hari ini. Salah seorang pejabat yang terkena perombakan adalah mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Ediningtyas.

Perempuan yang karib disapa Tyas itu turun jabatan. Dia resmi dilantik menjadi Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah menjelaskan, rotasi Tyas ke wilayah Kepulauan Seribu adalah keinginan Tyas. Kata Saefullah, setelah Tyas turun jabatan, dia mengikuti seleksi pejabat eselon III.

"Alasan pindah ke BPAD (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta-Red) karena dia (Tyas) suka baca, dan dia sendiri yang mau pindah ke Kepuluan Seribu,” ujar Saefullah usai pelantikan pejabat eselon III di Lantai 22, Balai kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2015).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta (BPAD), Tinia Budiati, mengakui berdasarkan hasil seleksi, Tyas memiliki kemampuan manajerial yang baik.

"Karena kalau sudah yang namanya eselon, itu manajerial skillnya yang dibutuhkan. Kalau teknis kita punya staf-staf teknis, ada pejabat fungsional, itu teknisnya, tapi bagaimana mengelola sumber daya manusianya itu," ungkap Tinia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah melantik tujuh pejabat eselon II setara Kepala Dinas dan Deputi Gubernur di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kata Ahok, pergantian Kepala Dinas terkait menurunya kinerja beberapa kepala dinas.

Saat pelantikan itu, Ahok mengganti posisi Tyas dari jabatan Kepala Dinas Kebersihan DKI kepada Isnawa Adji, sebagai Kadis Kebersihan yang baru.

Suami Veronica Tan itu mengungkapkan, untuk mengisi jabatan kepala dinas tidak harus pintar mengatur anak buah. Lebih dari itu, calon Kepala Dinas harus mau bekerja turun ke lapangan.

"Secara manajerial bagi saya sudah enggak penting, karena SOP (Standar Operasional Prosedur) sudah ada. Kota ini sudah mengajarkan manajemennya," katanya.


(TII)


Video /