Ahli: Yang Berhak Audit Kerugian Negara bukan Hanya BPK & BPKP

Al Abrar    •    31 Juli 2015 16:35 WIB
dahlan iskan
Ahli: Yang Berhak Audit Kerugian Negara bukan Hanya BPK & BPKP
Andi Hamzah. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Trisakti Andi Hamzah mengatakan menghitung kerugian negara tak melulu lewat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Bukan hanya BPK atau BPKP, tapi di luar itu bisa," kata Andi dalam sidang praperadilan yang diajukan Dahlan Iskan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2015).

Menurut Andi, lembaga akuntan lain berhak mengaudit siapa saja yang disinyalir dapat menimbulkan kerugian negara. "Yang saya mau tegasin yang dapat merugikan keuangan negara," tambah Andi.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Syarif Nahdi, menyebut hasil perhitungan kerugian negara mengandalkan laporan BPKP. Dalam perhitungan kerugian negara di awal, pihaknya menemukan ada kerugian negara dalam pembangunan empat gardu listrik dari 21 gardu.

"Yang pertama itu (dua gardu) itu sekitar Rp33 miliar. Sedangkan kedua (dua gardu lainnya) ada Rp25 miliar sekian (kerugian)," kata Syarif.

Kuasa Hukum Dahlan, Yusril Ihza Mahendra, mempersoalkan temuan kerugian negara berdasarkan hasil perhitungan BPKP terkait kasus dugaan korupsi proyek gardu listrik.  Menurut Yusril, menghitung kerugian negara seharusnya melalui BPK.


(TRK)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

3 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /