Bayar Utang & Permintaan USD Naik, Alasan Rupiah Tertekan

Dian Ihsan Siregar    •    31 Juli 2015 16:53 WIB
rupiah melemah
Bayar Utang & Permintaan USD Naik, Alasan Rupiah Tertekan
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Rupiah yang terus tertekan disebabkan karena meningkatnya permintaan mata uang dolar AS (USD) yang meningkat hingga akhir bulan.

"Ini akhir bulan, ada permintaan USD yang tinggi untuk bayar utang, sehingga membuat rupiah tertekan. Tidak hanya rupiah saja, tapi mata uang negara lain juga tertekan, seperti Brasil, Turki, Rusia, Malaysia, Filipina, dan Thailand," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo ketika ditemui di komplek perkantoran BI, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Agus memaparkan, gerak rupiah secara month to date mengalami depresiasi di kisaran satu persen, namun secara year to date melemah tujuh persen. Tapi, pelemahan mata uang global lebih tinggi, seperti Brasil dan Turki. Tetapi secara month to date melemah di kisaran 2-3 persen.

"Memang pelemahan akibat dari penguatan USD, ada perbaikan ekonomi AS yang tumbuh 2,3 persen. Kalau kondisi AS membaik, banyak orang yang menduga suku bunga The Fed akan dinaikkan, dan dampaknya juga ke Indonesia," jelas beber dia.

Demi menjaga kondisi rupiah, BI selaku bank sentral akan tetap berada di pasar guna menjaga volatilitas rupiah di level yang sehat. Tetapi sesuai dengan fundamental ekonomi dalam negeri.

"Kami jaga ketidakpastian yang ada di luar, kami akan intervensi pasar guna menjaga volatilitas dalam batas yang sehat," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, data Bloomberg, Jumat (31/7/2015) sore nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.539 per USD. Sedangkan menurut data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.542 per USD. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.481 per USD.


(AHL)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

3 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /