Salah Tangkap

Tanpa Surat Penangkapan, Dedi Dicokok ke Polres Jaktim

Aedy azeza ulfi    •    01 Agustus 2015 16:29 WIB
salah tangkap
Tanpa Surat Penangkapan, Dedi Dicokok ke Polres Jaktim
Dedi korban salah tangkap-----MTVN/Aedy

Metrotvnews.com, Jakarta: Dedi, korban salah tangkap penyidik Polres Jakarta Timur, menuturkan bagaimana dirinya digelandang polisi pada September tahun lalu. Dedi dicokok saat tengah mangkal di pangkalan ojek.

Menurut Dedi, dirinya tengah menunggu penumpang di depan Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur. "Tiba-tiba tiga orang penyidik datang ke pangkalan ojek saya sekitar pukul 12.30 WIB dengan memakai baju setelan preman," ucap Dedi, Sabtu (1/8/2015).

Kedatangan tiga petugas membuat Dedi kaget. Sebab, ketiga penyidik tak berujar apapun dan tiba-tiba mencokok Dedi dan membawanya ke Mapolres Jaktim.

"Mereka tidak bilang bahwa mereka polisi. Mereka bahkan tidak bawa surat penangkapan. Saya langsung dibawa dan dimasukan ke dalam mobil," papar Dedi.

Dedi mengatakan, setelah sampai di polres, dia ditanyai soal pengeroyokan dan terbunuhnya korban yang merupakan sopir mikrolet. Dedi pun mengaku bingung, lantaran tak tahu duduk perkara.

"Saat kejadian saja, menurut polisi pukul 21.00 WIB, itu saya sedang berada di rumah. Ketika saya minta bukti bahwa saya memang pelaku kepada polisi, mereka tidak dapat menunjukan bukti," terangnya.

Bahkan, penyidik kepolisian dan kejaksaan tak bisa menunjukan bukti kepada dirinya dari proses penyidikan hingga persidangan. Kemudian pada 6 Juli 2015, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui putusan Nomor 142/PID/2015/PT. DKI menyatakan Dedi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pengeroyokan tersebut.


(TII)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /