Petani Garam Keluhkan Buruknya Kualitas Hasil Panen

Agus Josiandi    •    02 Agustus 2015 20:41 WIB
garam
Petani Garam Keluhkan Buruknya Kualitas Hasil Panen
Seorang petani garam tengah memperhatikan hasil panen. Foto: Metrotvnews.com/Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Petani garam di Desa Baddurih,  Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur,  mengeluhkan kualitas garam yang buruk. Hal itu terjadi akibat cuaca jelang musim panen tahun ini.

Sejak pertengahan Juli hingga awal Agustus, angin kencang melanda bagian selatan Pamekasan. Ini mengakibatkan buruknya kualitas garam.

Sukandi, salah satu petani garam di Desa Baddurih, mengatakan angin kencang tersebut membuat kualitas garam yang dihasilkan di tambak menjadi kotor karena tercampur tanah. Harga jual garam pun jauh lebih rendah sehingga petani mengalami kerugian besar.

”Gara-gara angin beberapa bulan terakhir, garam menjadi kotor, terutama yang tidak memakai geomembran,” kata Sukandi ditemui di ladang garam miliknya, Minggu (2/7/2015).

Petani garam yang menggunakan geomembran justru mendapatkan hasil yang lebih bagus dan bersih. Namun, petani kesulitan beralih menggunakan geomembran karena harganya selangit.

Untuk satu petak tambak, para petani garam harus merogoh kocek hingga Rp22 juta. ”Kalau dibiarkan tanpa geomembran, maka hasil panen terus memburuk dan kami semakin merugi,” ujar Andi, petani garam lainnya.

Andi menerangkan, sampai saat ini harga jual garam masih rendah dan tidak berpihak kepada petani. Petani garam berharap ada perhatian pemerintah dalam waktu dekat.

Menurutnya, pemerintah memberi bantuan geomembran sehingga petani bisa menghasilkan garam yang lebih baik dengan harga jual yang tetap tinggi.


(UWA)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

16 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /