Kasus Suap Dwelling Time, Tersangka L Masih Diperiksa

M Rodhi Aulia    •    02 Agustus 2015 22:02 WIB
dwelling timesuap di kemendag
Kasus Suap <i>Dwelling Time</i>, Tersangka L Masih Diperiksa
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian -- MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengungkapkan seorang pengusaha berinisial L, yang juga tersangka terkait kasus suap dwelling time (waktu bongkar muat) di Kementerian Perdagangan masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Tito mengaku L belum bisa diputuskan ditahan atau tidak.

"Hari ini dilakukan pendalaman, pengembangan pemeriksaan untuk menentukan status apakah ditahan atau tidak. Saya kira itu. Nanti masih berjalan waktunya," kata Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2015).

Penyidik lanjut Tito masih melakukan pendalaman terkait kapasitas L dalam kasus dwelling time ini. Tito juga belum mendapatkan kepastian apakah L sebagai penyuap, diperas atau yang memiliki inisiatif awal. Kata dia, semua itu tergantung semua hasil pemeriksaan.

"Termasuk mengkonfrontir dengan saksi-saksi lain dan tersangka lain dan baru diputuskan oleh pak Direskrimsus (Kombes Mujiyono), apakah dinilai cukup buktinya dan apakah diperlukan untuk melakukan penahananan," ujar dia.

Meski demikian, Tito menegaskan ada transaksi uang senilai SGD25 ribu yang melibatkan tersangka berjenis kelamin perempuan ini. Dengan demikian pembuatan konstruksi hukum masih dilakukan, agar penyuap, disuap, dan barang buktinya bisa dilihat dan dibuktikan dengan jelas.

Diketahui, selain L, Polda Metro Jaya Polda sudah menetapkan empat tersangka dalam dugaan suap izin dwelling time di Kementerian Perdagangan.

‎Keempat tersangka itu adalah MU (tenaga honorer di Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag), MK (orang yang diduga broker), IM (Kasubdit Barang Modal Ditjen Perdagangan Luar Negeri), dan PP (Dirjen Perdagangan Luar Negeri nonaktif Kemendag).

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 11, Pasal 12 huruf a, dan atau huruf b, dan Pasal 12B UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

PP dan MU juga dijerat dengan ‎Pasal 3 dan Pasal 6 UU Nomor 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25/2003 dan Pasal 3, 4, 5 UU nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan Pasal 5 ayat (2).


(REN)

Bos Napoli Lebih Khawatir dengan Inter Milan
Jelang Manchester City vs Napoli

Bos Napoli Lebih Khawatir dengan Inter Milan

12 minutes Ago

Bukan untuk meremehkan atau menomorduakan laga kontra City. De Laurentiis menyadari kalau kedua…

BERITA LAINNYA
Video /