Perdana, KPK Periksa Gatot dan Istri Muda Sebagai Tersangka Hari Ini

Renatha Swasty    •    03 Agustus 2015 06:23 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Perdana, KPK Periksa Gatot dan Istri Muda Sebagai Tersangka Hari Ini
Gatot Pujo dan Evy Susanti, istri mudanya---Ant/Akbar Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti, hari ini, Senin. Keduanya akan diperiksa perdana sebagai tersangka terkait suap pada Hakim Pengadilan Tata usaha Negara (PTUN) Medan.

"Iya akan diperiksa sebagai tersangka," kata Plt. Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Minggu (2/8/2015) malam.

Gatot dan istrinya telah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (28/7/2015). Penetapan keduanya sebagai tersangka atas hasil ekspos progres kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) hakim TUN.

"Hasil ekspos (pada rapat pimpinan dan tim lengkap) progres kasus OTT (operasi tangkap tangan) hakim TUN, maka KPK per hari ini akan menerbitkan sprindik (surat perintah penyidikan) dengan menetapkan Gubernur Sumut GPN dan ES (istri mudanya) sebagai tersangka," kata Indriyanto dalam pesan singkat, Selasa (28/7/2015).

Terkait pemeriksaannya hari ini, Gatot yang ditemui Jumat (31/7/2015) pekan lalu di Kantor Gubernur Sumatera Utara mengatakan akan menghadiri panggilan itu. Tapi, Gatot tak menyebut apa kedatangannya juga akan bersama-sama dengan istrinya.

"Hari Senin (3/8/2015) saya dipanggil saya akan hadiri," kata Gatot singkat sambil tersenyum.

Gatot, diketahui, sudah dua kali diperiksa KPK yakni, pada Rabu 22 Juli dan Senin 27 Juli kemarin untuk tersangka M. Yagari Bhastara alias Gerry. Sementara istrinya baru diperiksa Senin 27 Juli untuk tersangka yang sama. Namun, keduanya sudah dicegah keluar negeri sebelumnya.

Gatot dan Evy dijerat Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2010 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Terbongkarnya suap di PTUN Medan dimulai dari kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus ini sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara O.C. Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, Tripeni dan dua hakim, Gerry, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga kuat, mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry, pengacara Ahmad Fuad. 


(REN)

Barcelona Resmi Perkenalkan Paulinho
Paulinho ke Barcelona

Barcelona Resmi Perkenalkan Paulinho

7 hours Ago

Barca juga menyertakan klausul pengaktifan pemain yang bernama lengkap José Paulo Bezerr…

BERITA LAINNYA
Video /