Polda Metro Klaim Jakarta Steril Spanduk Larangan Go-Jek & Grab Bike

LB Ciputri Hutabarat    •    03 Agustus 2015 17:21 WIB
gojek
Polda Metro Klaim Jakarta Steril Spanduk Larangan Go-Jek & Grab Bike
Kabid Humas Polda Metro Jaya, M. Iqbal--Metrotvnews.com/LB Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya mengklaim bahwa spanduk larang Go-Jek dan GrabBike mengambil penumpang telah steril di Ibu Kota. Bahkan spanduk yang bertebaran di sudut Jakarta dilepaskan oleh pelakunya.

"Itu sudah dilepas, bukan polisi tapi mereka sendiri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal Senin (3/82015).

Selain itu polisi juga mengedukasi para pengendara ojek konvensional terkait pemasangan spanduk tersebut. "Sudah kita lakukan himbauan dan pengertian bahwa itu melanggar hukum dan memprovokasi, mereka sendiri yang melepas, dan tidak sedikit ojek pangkalan bergabung kepada GrabBike dan Go-Jek," bebernya.

Sabtu (11/7/2015) lalu, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan terpasang spanduk larang Go-Jek dan GrabBike mengambil penumpang.

Pantauan Metrotvnews.com di lokasi, larangan tertera di sebuah spanduk yang berukuran 2x1 meter. Spanduk yang dilengkapi gambar tengkorak itu dibuat kelompok yang menamakan dirinya Forum Pengojek Bersatu.

"Go-Jek dan Grabbike dilarang masuk wilayah ini," tulis Forum Pengojek Bersatu di spanduk tersebut.

Spanduk itu terpasang di Jalan Dd. Dari arah Semanggi ke Patung Pancoran, jalan tersebut berada di sebelah kiri atau di dekat Halte TransJakarta, Pancoran Barat. Uniknya, di mulut Jalan Dd itu tidak tampak sama sekali tukang ojek pangkalan.

Penolakan terhadap Go-Jek dan GrabBike sebelumnya juga sudah terjadi. Di antaranya di kawasan Kalibata City, Pejaten Village, Kemanggisan, dan Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Corporate Client Officer PT GO-JEK Indonesia, Maulana Pandu mengatakan penolakan tersebut karena tukang ojek belum mendapatkan informasi yang cukup memadai tentang Go-Jek. Pandu mengaku telah membuat tim khusus untuk melakukan pendekatan kepada mereka agar mau bergabung.


(YDH)


Video /