Saksi: Pemotongan Anggaran Baru Sejak Fuad Amin Naik Tahta

Meilikhah    •    03 Agustus 2015 22:17 WIB
fuad amin imron
Saksi: Pemotongan Anggaran Baru Sejak Fuad Amin Naik Tahta
Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta -- Antara/Sigid Kuarniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Heru Ariadi, mantan Direktur RS Prof Sitiawan Kartosoedirdjo dihadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sidang lanjutan Fuad Amin. Dalam persidangan dia menyebutkan pemotongan anggaran sebesar 10 persen baru ada sejak Fuad Amin menjabat sebagai Bupati Bangkalan. 

"Ada sejak 2003. Sudah lama kejadiannya," kata Heru di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2015).

Menurut Heru, sebelum Fuad Amin menjabat sebagai bupati Bangkalan, pemotongan anggaran itu tak ada. Heru pun mengaku mengetahui adanya pemotongan anggaran melalui stafnya Harun Nurtanto. Sebab melalui stafnya lah dia meminta pencairan anggaran.

"(Potongan) antara 5 sampai 10 persen. Saya mendapatkan informasi itu dari pak Harun," jelas Heru.

Dalam sidang lanjutan itu, KPK menghadirkan 24 saksi dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendapatan daerah, PNS dan pensiunan PNS. Mayoritas saksi menyebut sumber potongan sebesar 10 persen itu berasal dari fee dinas pemerintahan kabupaten Bangkalan yang mengajukan persetujuan anggaran kepada Fuad Amin. 

Kurun waktu 12 tahun atau sejak 2003-2015 kantong Fuad Amin terus membengkak hingga miliaran rupiah.


(SUR)