Jokowi Justru Lindungi Pengkritik dengan Pasal Penghinaan Presiden

Desi Angriani    •    04 Agustus 2015 16:54 WIB
ruu kuhp
Jokowi Justru Lindungi Pengkritik dengan Pasal Penghinaan Presiden
Presiden Joko Widodo--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden semata untuk melindungi para pengkritiknya dari pasal-pasal karet.

"Kalau saya lihat, itu sebetulnya untuk memproteksi orang-orang yang kritis. Masyarakat ingin melakukan pengawasan untuk tidak dibawa ke pasal-pasal karet," kata Jokowi seusai melaunching 'Teras BRI Kapal' di Pelabuhan Kaliadem, Muara Karang, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Jokowi, secara peribadi, mengaku tak memerlukan dengan pasal yang sudah digugurkan MK itu. Lagi pula ia sudah terbiasa dihina sejak menjabat Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga menjabat kepala negara.

"Kalau saya sejak wali Kota, Gubernur yang namanya diejek, dicemooh, dihina sudah jadi makanan sehari-hari. Kalau saya mau, bisa saja itu dipidanakan. Ribuan (orang) dong kalau kayak gitu. Sampai detik ini hal itu tidak saya lakukan," ungkap dia.

Ditambahkannya, pasal tersebut juga masih diusulkan ke Dewan untuk dikaji lebih dalam. "Pasal penghinaan ini pun kan masih dalam rancangan. Usulan rancangan kepada Dewan," tandas dia.

Pemerintah mengusulkan 786 pasal dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke DPR. Salah satu pasal yang diusulkan adalah pasal mengenai Penghinaan Presiden dan Wakil Presiden. Pasal Penghinaan Presiden sudah pernah digugurkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2006.


(MBM)

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan
Inter Milan 2017--2018

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan

4 hours Ago

Inter Milan secara resmi mengonfirmasi perekrutan Joao Cancelo dengan status pinjaman dari Vale…

BERITA LAINNYA
Video /