RI-Tiongkok Bahas Implementasi Etika Perilaku di Laut China Selatan

Fajar Nugraha    •    05 Agustus 2015 07:11 WIB
asean
RI-Tiongkok Bahas Implementasi Etika Perilaku di Laut China Selatan
Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan AMM di Malaysia (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) ke-48 di Malaysia, dimanfaatkan oleh Indonesia untuk melakukan pertemuan bilateral. Salah satunya dengan Tiongkok.

Saat melakun pertemuan bilateral dengan Menlu Tiongkok Wang Yi, Selasa (4/8/2015) di Kuala Lumpur, Menlu Retno Marsudi membahas beberapa hal termasuk isu Laut China Selatan. Kedua Menlu sepakat bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan merupakan kepentingan bersama dan harus dikedepankan.

"Semua pihak harus mengambil langkah untuk mengurangi adanya defisit kepercayaan di kawasan," ujar Menlu Retno Marsudi, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (5/8/2015).

Terkait dengan masalah Laut Tiongkok Selatan, kedua Menlu sepakat dimulai pembahasan secara lebih detil mengenai elemen-elemen untuk implementasi Etika Berperilaku (Code of Conduct in the South China Sea) dan terus mendorong implementasi Declaration of Conduct in the South China Sea. Untuk meningkatkan hubungan bilateral, kedua negara sepakat untuk melaksanakan Joint Commission for Bilateral Cooperation RI-RRT tingkat Menteri Luar Negeri tahun ini.

Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan Menlu Papua Nugini (PNG). Dalam pertemuan tersebut Indonesia mengapresiasi dukungan Papua Nugini pada keanggotaan Indonesia di Melanesian Spearhead Group (MSG). Disepakati bahwa dalam kerangka MSG Indonesia dan Papua Nugini akan mengutamakan kerja sama ekonomi dan pembangunan.

Selain itu, juga disepakati kerja sama pendidikan bahasa Indonesia di Papua Nugini dengan pengiriman guru bahasa Indonesia ke Papua Nugini.

Menlu juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Norwegia, Børge Brende. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti kolaborasi menggalang dana untuk pendidikan melalui Komisi Pendanaan untuk Kesempatan Pendidikan Global. Selain itu, akan dilanjutkan pembahasan perjanjian bebas visa untuk paspor diplomatik dan dinas.

Rangkaian pertemuan AMM berlangsung dari 3 hingga 6 Agustus 2015, bertempat di Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur. Jumlah pertemuan rangkaian AMM yang akan dihadiri Menlu dan delegasi Indonesia adalah sebanyak 28 Pertemuan, yang terdiri dari 16 pertemuan terkait AMM dan 12 Pertemuan bilateral antara lain dijadwalkan dengan Malaysia, Tiongkok, Australia, PNG, Selandia Baru, Norwegia, Rusia, Korea Selatan, UE, India, Pakistan dan Korea Utara.

Beberapa isu yang akan menjadi fokus Indonesia pada pertemuan AMM kali ini antara lain mainstreaming maritime diplomacy di ASEAN. Ini termasuk mendorong majunya pembahasan instrumen hukum bagi perlindungan Migrant Workers, mendorog majunya pembahasan aksesi keanggotaan Timor Leste sebagai anggota ASEAN dan memajukan proses pembahasan SEANWFZ terkait terkait aksesi negara pemilik senjata nuklir.

Rangkaian pertemuan AMM akan menyepakati 21 outcome documents. Pada pertemuan AMM plenary para Menteri telah menyepakati ASEAN Ministerial Meeting Joint Communique of the 48th session.


(FJR)

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli
Jelang Manchester City vs Napoli

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli

12 minutes Ago

City dan Napoli sedang berada dalam tren positif. Mereka sama-sama menuai kemenangan dalam enam…

BERITA LAINNYA
Video /