Polri Pastikan Beri Jaminan Hukum terhadap Capim KPK

Ilham wibowo    •    05 Agustus 2015 08:24 WIB
capim kpk
Polri Pastikan Beri Jaminan Hukum terhadap Capim KPK
Karro Penmas Polri Brigjen Agus Rianto/ANT/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri kepada Brigjen Agus Rianto mengatakan pihaknya berkomitmen menjamin perlindungan hukum terhadap calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika menjabat nantinya.

"Jaminan kita adalah apabila data itu betul sudah kita miliki, sudah kita sampaikan, apalagi pak Kabareskrim sudah menyampaikan kepada tim pansel, kita akan komit untuk melaksanakan hal itu," tutur Agus dalam acara Bincang Pagi Metro TV, Rabu (5/8/2015).

Agus mengatakan, saat seperti inilah ketika proses seleksi capim KPK masih berlangsung, masyarakat diimbau mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya kepada Pansel KPK. Sebab, lanjut Agus, bagaimnanapun juga informasi atau data berada di tangan masyarakat.

"Kalau masyarakat tidak menyampaikan, baik kepada kami Polri maupun kepada Pansel, ini tentunya data itu akan tersimpan di masyarakat. Kita khawatir nanti pada saat beliau (Capim) menjabat atau ketika seleksinya semakin mengecil, laporan baru muncul," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, dua panitia seleksi calon pimpinan (Capim Pansel) KPK, Destry Damayanti dan Yenti Ganarsih, menyambangi Gedung Badan Reserse dan Kriminal Polri, Jumat sore. Pansel meminta Bareskrim menelusuri kasus pidana terhadap 48 capim yang lolos seleksi tahap III.

"Akan menindaklanjuti sesuai surat yang dikirim tentang penelusuran terhadap 48 capim KPK yang masih tahap seleksi," kata Kabareskrin Komjen Budi Waseso dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2015).

Sementara, menurut Yenti, mekanisme penelusuran sebenarnya persoalan biasa. Namun, menjadi luar biasa karena Pansel KPK yang meminta. Apalagi sempat isu kriminalisasi yang belakangan berkembang.

"Dengan hasil tracking dan SKCK dari 48 nanti menjadi delapan. Kalau sudah clear nanti dari delapan jadi empat. Diharapkan sudah tidak ada kriminalisasi (ketika yang bersangkutan menjalankan tugas sebagai Pimpinan KPK)," terang Yenti.

Pansel meminta komitmen Bareskrim untuk menjaga apa yang sudah dinyatakan clear. Seandainya pada masa depan terdapat kasus lama yang tercecer dari masa lalu, yang bersangkutan tak bisa diproses sampai tugasnya sebagai Pimpinan KPK selesai.

"Jadi di sini pendekatan hukum pidana tidak ada masalah. Ini sebagai evaluasi pansel-pansel di masa lalu. Ini menjembatani antara pansel dengan Bareskrim. Harusnya harmonis, jadi siapa pun yang terpilih harus ada hubungan yang harmonis juga. Jadi semangat pemberantasan korupsi tidak setengah hati," terangnya.

Sedangkan hasil tracking, tambah Yenti, akan diambil dari Bareskrim paling lama pada 21 Agustus. Hasil pun akan diambil langsung karena merupakan data rahasia. Sebelumnya, surat permintaan tracking telah dikirim sejak 23 Juli. Peserta seleksi pun menyatakan setuju untuk ditelusuri.

"Data CV segala macam hanya untuk Pansel KPK saja. Tracking juga rahasia dengan pernyataan untuk kepentingan pansel, calonnya harus clean and clear," tegas Yenti.


(OJE)

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool
Bursa Transfer Pemain

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool

1 day Ago

Juventus akhirnya menyatakan menyerah mengejar gelandang Liverpool Emre Can.…

BERITA LAINNYA
Video /