Tanda-tanda Hamil Selain Mual

Nia Deviyana    •    05 Agustus 2015 12:25 WIB
Tanda-tanda Hamil Selain Mual
Wanita hamil tak selalu mengalami mual. (foto:telegraph.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selama ini, mual sering dikaitkan dengan tanda kehamilan. Apalagi jika gejala tersebut muncul pada pagi hari (morning sickness).

Kenyataannya, tak semua perempuan mengalami mual saat hamil. Berikut ini, ada beberapa gejala kehamilan selain mual, seperti dilansir dari Web MD.

1. Muncul bercak darah dan kram perut
Beberapa waktu setelah pembuahan, telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim dan bisa menimbulkan bercak darah yang disertai kram perut.

Hal tersebut disebut dengan pendarahan implantasi, yang terjadi 6-12 hari setelah pembuahan. Adapun kram perut, terasa seperti kram menstruasi. Tak heran jika banyak wanita terkecoh dan mengira sedang menstruasi. Selain gejala tersebut, vagina perempuan mungkin juga akan mengeluarkan cairan putih susu dari vaginanya. Hal tersebut, terjadi akibat penebalan dinding vagina. 

2. Perubahan payudara
Hormon wanita akan berubah setelah pembuahan. Hal tersebut menyebabkan payudara terasa bengkak, sakit, dan sensitif. 
Beberapa wanita juga merasakan penuh dan lembut pada payudara saat disentuh. Selain itu, bagian areola (daerah sekitar puting) akan nampak menggelap. 

3. Kelelahan
Seorang wanita akan merasa sangat kelelahan memasuki usia satu minggu kehamilan. Hal tersebut berhubungan dengan tingginya hormon progesteron (meski kadar gula dan tekanan darah juga bisa berkontribusi). 

Jika mengalami kelelahan saat kehamilan, disarankan untuk banyak istirahat dan mengimbanginya dengan mengonsumsi asupan protein dan zat besi. 

4. Nafsu makan meningkat atau sebaliknya
Gejala kehamilan pada wanita juga bisa ditandai dengan meningkatnya nafsu makan. Seringkali, wanita hamil jadi mendambakan makanan tertentu atau sebaliknya. 

Gejala ini biasanya akan berlangsung selama kehamilan, meski gejala ini bisa juga berhenti pada minggu ke-13 atau 14.

5. Telat menstruasi
Telat menstruasi menjadi faktor yang mendorong sebagian besar wanita untuk melakukan tes kehamilan. Namun, telat haid tak selalu berarti kehamilan. Kadang-kadang, hal tersebut terjadi karena tubuh terlalu lelah, stres, gejala menopause, atau indikasi adanya penyakit tertentu di dalam tubuh. 

6. Sering buang air kecil
Saat hamil, janin di rahim akan menekan kandung kemih yang menyebabkan frekuensi buang air kecil lebih sering.

7. Sembelit
Sembelit terjadi akibat meningkatnya hormon progesteron, yang membuat dinding rahim serta dinding usus mengendur. Perbanyak asupan serat dan air putih untuk mengantisipasi kondisi sembelit yang lebih parah.

8. Perubahan suasana hati
Kehamilan mempengaruhi suasana hati wanita. Tak heran, jika wanita menjadi sensitif dan cengeng ketika hamil. Tak perlu khawatir dengan perubahan ini. Namun, jika kondisi tersebut mendorong Anda untuk stres, kunjungilah psikolog untuk mendapatkan solusi.
(LOV)


Video /