Empat Anak Buah Kaligis Digarap Penyidik

Yogi Bayu Aji    •    05 Agustus 2015 13:50 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Empat Anak Buah Kaligis Digarap Penyidik
O.C. Kaligis ditahan----Ant/Vitalis Yogi

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat anak buah advokat senior Otto Cornelis Kaligis dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka akan diperiksa dalam kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

Mereka adalah pengacara yang bekerja di kantor Pengacara O.C. Kaligis and Associates. Keempatnya adalah Afrian Bondjol dan Vincencius Tobing, staf keuangan Aryani Novitasari alias Ita, serta Sekretaris dan Kepala Bagian Administrasi Yenny Octorina Misnan.

"Iya, mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MYB (M. Yagari Bhastara alias Gerry)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2015).

Gerry adalah anak buah Kaligis yang terjerat KPK dalam kasus dugaan suap hakim PTUN Medan. Sebagai rekan, keempat saksi ini diduga mengetahui bagaimana perjalanan Gerry yang menangani perkara di PTUN Medan hingga ditangkap KPK.

Namun ketika dikonfirmasi masalah ini, Priharsa belum bisa memastikan. "Mereka diperiksa karena keterangannya diperlukan penyidik,"  jelas dia.

Hari ini, lembaga antikorupsi ini juga turut memanggil ajudan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Joko Arif Santoso. Kepala Biro Perlengkapan Provinsi Sumut, Syafrudin, dan Kepala BKD Provinsi Sumut, Pandapotan Siregar juga turut dipanggil.

"Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk MYB," terang Priharsa.

Terbongkarnya suap di PTUN Medan dimulai dari kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 menyeret Kepala Biro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu diselidiki Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Ahmad Fuad balik memperkarakan Kepala Kejati atas kasus tersebut melalui pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara O.C. Kaligis. Dia menggugat surat perintah penyelidikan terhadapnya yang diterbitkan Kejati Sumut.

Gugatan Fuad dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang. Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Tripeni dan dua hakim, Gerry, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga kuat, mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry, pengacara Ahmad Fuad, dalam penanganan gugatan penerbitan sprinlidik kasus dana bansos oleh Kejati.

Lembaga antikorupsi berkeyakinan, uang yang ditemukan bukan berasal dari Gerry. KPK akhirnya menggeledah kantor O.C. Kaligis dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Kaligis, Gatot, serta istri mudanya, Evy Susanti juga dicegah keluar negeri.

Dari pengembangan, pengacara kondang sekaligus bos Gerry, O.C. Kaligis juga dijerat KPK 14 Juli. Selanjutnya, giliran Gubernur Sumut Gatot Pujo dan istri mudanya, Evy Susanti yang jadi pesakitan di kasus yang sama pada 28 Juli.


(TII)


Video /