Ini Kata Kejati DKI soal Kemungkinan Sprindik Baru Dahlan

Al Abrar    •    05 Agustus 2015 13:55 WIB
dahlan iskan
Ini Kata Kejati DKI soal Kemungkinan Sprindik Baru Dahlan
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta M Adi Toegarisman--Metrotvnews.com/Al Abrar

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta akan mengembangkan fakta terkait kasus yang menjerat Dahlan Iskan. Lantas apakah Kejati DKI akan mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru?

"Kita akan pelajari putusan itu dan akan kita kembangkan semua fakta dari apa yang kita dapatkan," kata Kepala Kejati DKI Jakarta M. Adi Toegarisman di Kejati DKI Jakarta, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2015).

Adi tak mau berpolemik soal putusan praperadilan yang menyebutkan proses penetapan tersangka terhadap Dahlan tak didukung cukup bukti. "Itu kan substansi, nanti kita lihat putusan pengadilannya. Kan saya bilang, saya akan pelajari, apa substansi dari putusan itu, apakah sudah menyangkut hukum acara atau sudah menyentuh pokok perkara, atau hanya memahami pengertian umum Pasal 1 angka 2 KUHP," jawabnya.

Adi memastikan, Kejati tak akan berhenti menjerat Dahlan, meski gugatan praperadilannya dikabulkan PN Jaksel. "Ini bukan akhir, ini awal kami menindakjanjutinya. Perkara ini kan satu kesatuan utuh yang sudah disidangkan, yang sudah masuk dalam tahap penyidikan," tambahnya.

Kini pihaknya tengah mempelajari putusan Pengadilan Jakarta Selatan yang diketui oleh hakim tunggal Lendriaty Janis. "Nanti kita lihat apakah putusan itu sudah masuk ke substansi perkara kemudian apakah sudah menyentuh hukum acara atau hanya sebatas pengertian umum dari pasal 1 angka 2 KUHAP," tukasnya.

Sebelumnya Kejaksaan Agung menyakini Kejati DKI Jakarta bakal membuat sprindik baru guna mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gardu induk di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat pada periode 2011-2013 senilai Rp1,063 triliun. Dalam sprindik baru tersebut Kejati DKI Jakarta belum akan menetapkan status tersangka.

"Besok, Kejati DKI Jakarta yang melakukan penyidikan perkara besar, kemungkinan akan membuat sprindik kembali untuk penanganan dugaan korupsi pembangunan gardu listrik dengan tersangka yang belum ditetapkan," jelas Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Spontana di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).

Kejagung menyakini para penyidiknya bisa mengeluarkan sprindik baru guna mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk hingga menemukan tersangka lainnya. "Tapi sampai hari ini, bisa saya sampaikan, masih terbuka kemungkinan penyidik untuk mengeluarkan sprindik baru," tegas Tony.

PN Jaksel memenangkan gugatan praperadilan Dahlan. Otomatis, status tersangka yang disematkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kepada bekas Dirut PLN itu tak sah.


(YDH)


Video /