Pemred NU Online Didesak Minta Maaf ke Sejumlah Media

Faishol Taselan    •    05 Agustus 2015 15:05 WIB
muktamar nahdlatul ulama
Pemred NU <i>Online</i> Didesak Minta Maaf ke Sejumlah Media
Foto: Berita tudingan terhadap sejumlah media yang dirilis NU Online/MI_Faishol Taselan

Metrotvnews.com, Jombang: Pemimpin redaksi (Pemred) NU online, Syafi' Aliel’ha, dicecar wartawan sejumlah media lainnya yang meliput Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu 5 Agustus. Syafi' didesak mencabut berita yang menuding sejumlah media massa membesar-besarkan berita kisruh sidang pleno Muktamar ke-33 NU beberapa hari lalu.

Berita itu menuding bahwa sejumlah media di antaranya Metrotvnews.com, Merdeka.com, dan Liputan6.com, memberitakan kisruh sidang pleno tidak sesuai fakta di lapangan. Dalam berita itu disebutkan bahwa pemberitaan itu cenderung mencari sensasi publik dengan menyebut 'kericuhan', padahal tidak.

Sejumlah wartawan pun mendesak Syafi' mengklarifikasi berita tudingan itu. Ia diminta untuk menyampaikan maaf terkait tudingan itu.

"Kita minta untuk meminta maaf atas tudingan itu sebab apa yang kita sajikan sesuai fakta. Permintaan maaf yang kita butuhkan," kata wartawan Beritajatim.com, Rahardi Sukarno di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015).

Syafi' pun menyampaikan maaf. Ia mengaku ada kekeliruan terkait berita itu. "Secara pribadi dan lembaga saya minta maaf terhadap kasus ini. Saya juga sudah mengambil langkah internal untuk reporter yang bersangkutan," kata Syafi'

Syafi' mengaku sudah meralat berita itu. Ia mengaku redaksi NU Online sudah menghapus nama-nama sejumlah media yang dituding dalam berita tersebut.


(TTD)


Video /