Napi Korupsi Nyalon Pilkada, Guru Besar Unhas: Hukum Makin Jauh dari Moral

Achmad Zulfikar Fazli    •    05 Agustus 2015 19:13 WIB
pilkada serentak
Napi Korupsi Nyalon Pilkada, Guru Besar Unhas: Hukum Makin Jauh dari Moral
Antara Foto

Meterotvnews.com, Makassar: Guru Besar Universitas Hasanudin Irwansyah miris melihat banyak bekas narapidana kasus korupsi mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala daerah. Dia menilai hal itu sebagai bukti hukum masih jauh dari moral.

"Mereka mendaftar sebagai calon benar secara hukum. Tapi hukum kita sudah semakin jauh dari moral," kata Irwansyah dalam diskusi 'Pemberantasan Korupsi dalam Perspektif Hukum Progresif' di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2015).

Menurut dia, sejauh ini penegakan hukum di Indonesia belum membawa nilai-nilai kebaikan. Penegakan hukum masih sebatas aturan. "Hukum itu ada moralnya atau kebaikannya. Sekarang kalau yang mimpin bekas napi siapa yang mau dipimpin," pungkas dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi menganggap majunya bekas narapidana korupsi dalam pilkada sebagai langkah yang tidak etis, meski secara hukum tidak ada yang melarang.

Setidaknya ada empat mantan narapidana korupsi yang maju dalam pilkada serentak 2015. Soemarmo Hadi Saputro kembali menjadi bakal calon wali kota Semarang.

Pada 2012, Soemarmo divonis 1,5 tahun penjara setelah terbukti memberi uang ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012.

Mantan narapidana kasus korupsi APBD Sidoarjo, Jawa Timur, Utsman Ikhsan resmi mendaftarkan diri ke KPU Sidoarjo sebagai bakal calon Bupati Sidoarjo.

Wali Kota Manado periode 2005-2010 Jimmy Rimba Rogi juga mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Manado periode 2015-2020. Jimmy sempat divonis lima tahun penjara pada 2009.

Jimmy didakwa menyelewengkan dana APBD Manado. Korupsi yang dilakukannya saat itu membuat rugi negara Rp70,3 miliar.

Abubakar Ahmad, mendaftar ke KPU Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Selasa 28 Juli. Abubakar pernah dijatuhi hukuman pidana kurungan karena penyalahgunaan kewenangan sehingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp3,5 miliar pada 2006.


(TRK)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /