Balawan: Musisi Sekarang Kurang Ear Training

Putu Radar Bahurekso    •    05 Agustus 2015 19:18 WIB
balawan
Balawan: Musisi Sekarang Kurang <i>Ear Training</i>
Balawan (Foto:Antara/Feny Selly)

Metrotvnews.com, Jakarta: I Wayan Balawan atau dikenal dengan nama panggilan Balawan, adalah seorang gitaris dan penulis lagu. Balawan terkenal dengan kemampuannya memainkan gitar dua leher.

Selain sebagai pencinta musik jazz, Balawan juga sosok yang sangat mencintai musik tradisional, terutama gamelan. Kecintaan tersebut sudah muncul sejak kecil.

"Musik tradisional dan teater tradisional, itu yang saya familiar. Saya di Bali dari umur 4 tahun dan sudah kenal sama yang begitu. Setiap enam bulan selalu ada pertunjukan," ucap Balawan.

Sebagai bentuk kecintaan terhadap music jazz dan tradisional, Balawan membentuk Batuan Ethnic Fusion.

Batuan Ethnic Fusion adalah sebuah band yang memadukan musik jazz fusion dengan irama gamelan khas Bali. Batuan Ethnic Fusion dibentuk pada Juni 1997, di kampung halamannya, Batuan, Gianyar, Bali.

Balawan sangat berharap musik tradisional mendapat kesempatan diperdengarkan kepada masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia tidak lupa dan bisa mengapresiasi musik tradisional.

Balawan pun mengkritik bahwa kebanyakan musisi zaman sekarang kurang ear training dan kurang identitas nasional.

"Musisi sekarang kebanyakan kurang ear training. Ear training adalah salah satu step (langkah) awal dalam berlatih agar bisa mengerti harmoni. Kebanyakan orang sekarang hanya belajar musik melalui Google dan Youtube," paparnya.

"Banyak sekarang orang bisa ngeband bawa-bawa lagu Barat, tapi mengiringi lagu Garuda Pancasila tidak bisa. Sudah banyak saya menemui yang seperti itu," imbuhnya.

Sebagai salah satu pelaku dan pencinta seni tradisional Indonesia, Balawan menyampaikan harapannya agar generasi muda bisa lebih mengapresiasi dan menghargai musik tradisional.

"Harapan saya, akan ada banyak orang yang bangga dengan musik tradisional dan menganggap hal itu keren. Karena yang bisa membuat kita survive, terutama dalam pasar bebas nanti, adalah identitas bangsa. Biar pun kita membawakan musik modern, tapi identitas bangsa tetap ditonjolkan," tegasnya.

"Karena musik adalah bahasa universal, harusnya musik gamelan juga bisa seperti itu. Orang tidak perlu berasal dari Indonesia untuk mengerti gamelan," tambahnya.

Malam ini, Balawan akan tampil dalam Forum World Music Salihara 2015, yang diadakan oleh Komunitas Salihara, di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Balawan akan menampilkan sebuah pertunjukan teater musikal dengan latar musik tradisional dan modern.


(ROS)