Pilkada Surabaya 2015

Calon Wakil Risma Bantah Penundaan Pilkada Surabaya Terkait Pacitan

Amaluddin    •    05 Agustus 2015 19:45 WIB
pilkada serentak
Calon Wakil Risma Bantah Penundaan Pilkada Surabaya Terkait Pacitan
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Dugaan muncul di balik penundaan Pilkada di Surabaya, Jawa Timur, mengenai adanya kesepakatan politik PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat yang belum tuntas. Namun Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Whisnu Sakti Buana tegas membantahnya.

Dugaan muncul lantaran hanya ada satu pasang kandidat di Surabaya dan Pacitan. Di Surabaya, PDI Perjuangan mengajukan pasangan calon petahana, Tri Rismaharini-Whisnu. Sementara Partai Demokrat muncul dengan menghadirkan 'calon boneka'.

Lalu di Pacitan, Partai Demokrat mengusung calon petahana. PDI Perjuangan memunculkan 'calon boneka' untuk memuluskan jalan petahana di Pilkada Pacitan.

"Kalau ada kabar semacam itu, apa buktinya? Fakta yang kita lihat tidak membuktikan kabar tersebut," tepis Whisnu yang ditemui di Surabaya, Rabu (5/8/2015).

Whisnu yang saat ditemui mengenakan jas putih mengatakan, penundaan Pilkada di Pacitan lantaran calon wakil bupati yang diusung PDI Perjuangan tak ikut mendaftar ke KPU. "KPU Pacitan menolak pendaftaran calon yang diusung PDIP di Pacitan," terang Whisnu.

Sementara di Surabaya, kata Whisnu, pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan sudah mendaftar ke KPU. Lalu, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung pasangan Dhimam Abror Djuraid-Haris Purwoko (Rois) lalu mendukung pendaftaran keduanya ke KPU Surabaya.

Namun di menit-menit terakhir pendaftaran, Haris Purwoko menghilang. Hingga  masa pendaftaran berakhir, Haris tak kunjung tampak. Sehingga pasangan tersebut pun mengundurkan diri dari pencalonan.

Menurut Whisnu, masalah calon tunggal di Surabaya dan Pacitan merupakan bagian dari masalah sosial. Selain itu, calon tunggal pun menunda pilkada di lima pilkada lain.

Meski demikian, Whisnu tak membantah pertemuannya dengan Ketua DPW Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo. "Pertemuan itu hanya membahas soal keadaan Surabaya, kepentingan Surabaya. Pertemuan itu hanya hubungan personal, tidak ada kaitannya dengan Pilkada," kilahnya.


(RRN)


Video /