Prasasti Ditemukan di Sleman Bertuliskan Tanah yang Dibebaskan Negara

Patricia Vicka    •    05 Agustus 2015 20:04 WIB
budaya
Prasasti Ditemukan di Sleman Bertuliskan Tanah yang Dibebaskan Negara
Ahli Epigradi dari UGM Djoko Dwiyanto membaca prasasti yang ditemukan di Sleman, Metrotvnews.com/ Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY baru saja menemukan sebuah prasasti dari abad ke 9 di situs Candi Kedulan Tirtomartani Sleman Yogyakarta pekan lalu. Prasasti ini adalah prasasti ke tiga yang ditemukan di situs Candi Kedulan.

BPCB segera meminta Ahli Epigradi dari UGM Djoko Dwiyanto untuk menerjemahkan isi prasasti tersebut. Seusai membaca Prasasti secara cepat, Djoko mengatakan isi prasasti tersebut mengisahkan soal tanah Sima yang dipakai untuk membuat bangunan suci.

"Hasil membaca secara kilat, saya menemukan ada sebuah tanah Sima atau tanah yang dibebaskan dari negara untuk membangun sebuah bangunan Suci. Saya menduga bangunan suci itu ada di Situs Candi Kedulan," kata Djoko di Heritage Expo 2015 di Yogyakarta, Rabu (5/7/2015).

Namun Djoko belum mengetahui bentuk dan alasan pembangunan bangunan suci tersebut. "Dalam prasasti ada kata Sambada yang menjelaskan maksud pembuatan bangunan suci. Ini yang penting dan masih saya teliti tujuannya. Saya juga masih meneliti bentuk bangunan suci itu," jelas dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM ini.

Untuk dapat mengartikan isi sebuah prasasti  menurutnya bukan hal yang mudah. Dibutuhkan proses yang lama dan pembacaan berulang kali.

"Saya musti membaca berkali-kali untuk menjelaskan arti dan makna penulisan prasasti. Yang baru saya ketahui Prasasti ini ditulis oleh seorang Citraleka (sastrawan kerajaan) di masa pemerintahan Raja Sri Maharaja Rakai Kayu Wangi Sri Sajanot Sawa Tungga dari kerajaan Mataram kuno," tuturnya.

Saat membaca prasasti Kedulan, Djoko sempat menemui beberapa kesulitan antara lain huruf prasasti yang terlalu kecil dan rapat. "Hurufnya kecil, aus, goresan kurang dalam, spasi terlalu rapat dan mepet. Juga faktor pecah yang membuat huruf-huruf terpisah," terang Ketua Dewan Kebudayaan Yogyakarta itu.

Namun ia memastikan isi prasasti ini berbeda dengan isi dua prasasti sebelumnya yang juga ditemukan di Candi Kedulan. "Dua prasasti sebelunya menceritakan soal Bendungan. Kalau yang ini tidak. Mungkin minggu depan saya baru bisa memahami seluruh isi prasasti," tutupnya.

Prasasti ketiga Candi Kedulan ditemukan pada Rabu 29 Juli lalu. Prasasti ini memiliki panjang 150 cm dengan tebal 16 cm dan lebar 50 cm. Prasasti tersebut kini turut dipamerkan dalam Heritage Expo 2015 yang diselenggarakan pada 5-8 Agustus 2015 di kantor BPCB Jalan Jogja Solo, Kalasan, Yogyakarta.
 


(RRN)


<i>Jersey</i> Prancis Masih Laris di Moskow

Jersey Prancis Masih Laris di Moskow

1 day Ago

Perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia telah usai, namun tidak membuat Kota Moskow sepi. Kawasan suv…

BERITA LAINNYA
Video /