Harus Ada Aturan Baru untuk Legalkan Ojek

Damar Iradat    •    05 Agustus 2015 20:19 WIB
dki jakarta
Harus Ada Aturan Baru untuk Legalkan Ojek
Puluhan tukang ojek berebut penumpang yang baru turun dari kereta Commuter Line hingga ke tengah jalan di depan Stasiun Palmerah, Jakarta,Kamis (7/5). Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diminta merevisi Undang-Undang atau menambahkan aturan yang jelas jika transportasi alternatif seperti ojek bisa menjadi moda angkutan umum yang legal. Pasalnya, selama ini ojek terbilang menjadi angkutan alternatif warga DKI Jakarta.

Menurut Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Ellen Tangkudung, ojek sebetulnya merupakan transportasi ilegal. Namun, dia sadar keberadaan ojek saat ini dibutuhkan masyarakat.

"Untuk itu harus ada aturan. Terserah mau Undang-undang dilengkapi atau ditambah dengan aturan yang lebih ketat," kata Ellen ketika ditemui di Kantor Dinas Perhubungan DKI, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2015).

Ia menambahkan, "Bahwa ojek itu sudah banyak sekali, harus dikendalikan. Misal, dengan cara pembatasan jarak tempuh dan keselematan pengguna. Harusnya untuk keselematan pengguna ada jaminan dari pemerintah, apakah itu layak dijadikan angkutan umum".

Meski begitu, kata Ellen, kalaupun ojek masuk dalam Undang-Undang Lalu Lintas, hal itu semata-mata untuk menjembatani sementara hingga pemerintah bisa menyediakan angkutan umum yang lebih layak. Nantinya, ojek harus kembali dihilangkan.

"Pemda sendiri belum menyatakan, ini angkutan umum apakah ilegal? Tapi, ini kan terus dibiarkan," sambung dia.

"Karena memang angkutan roda dua itu kemanannya sangat rendah. Asuransinya harus tinggi. Sehingga kalau aturan asuransi, kalau jadi angkutan umum, maka pengemudi harus bayar asuransi, saya kira baru akan jadi hal normal," imbuh dia.

Ojek sendiri sebetulnya hadir di tengah-tengah masyarakat bukan baru-baru ini. Ojek diketahui sudah beredar di Jakarta sejak tahun 1970, pertama kalinya di wilayah Tanjung Priok. Tapi, sejak dulu pemerintah juga membiarkan adanya ojek.

"Kenapa dari dulu dibiarkan? Padahal jelas-jelas tidak diatur. Yang diatur itu kan sepeda motor hanya untuk angkutan orang, bukan angkutan umum," tandas dia.

Dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009, memang jelas disebutkan jika ojek yang biasa berbentuk angkutan roda dua tidak direkomendasikan jadi angkutan umum. Alasannya, karena angkutan roda dua tidak memiliki standar keselamatan yang ditetapkan.


(DRI)


Real Madrid Bawa Kekuatan Penuh ke Markas Muenchen
Jelang Bayern Muenchen vs Real Madrid

Real Madrid Bawa Kekuatan Penuh ke Markas Muenchen

1 hour Ago

Real Madrid membawa kekuatan penuh ke markas Bayern Muenchen jelang laga leg pertama semifinal …

BERITA LAINNYA
Video /