Yusril Minta Kejati Pelajari Putusan Praperadilan Dahlan Iskan

Yogi Bayu Aji    •    05 Agustus 2015 21:02 WIB
dahlan iskan
Yusril Minta Kejati Pelajari Putusan Praperadilan Dahlan Iskan
Ketua Tim Kuasa Hukum mantan Dirut PLN Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra. Foto: Antara/Adam Bariq.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengacara mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal wacana penerbitan surat perintah penyidik baru terhadap kliennya dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dia meminta Kejati membaca ulang putusan praperadilan yang mengabulkan permohonan Dahlan.

"Lebih baik Kejati DKI membaca dengan seksama putusan hakim praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan mengeksekusi amar putusan tersebut dan baru memutuskan langkah apa selanjutnya yang ingin mereka lakukan," kata Yusril dalam keterangan yang diterima, Rabu (5/8/2015).

Menurut dia, hal itu bertujuan agar Kejati dan Kejaksaan Agung tak terkesan gegabah dalam mengambil sikap pascaputusan yang membatalkan penetapan status tersangka terhadap Dahlan. Dia menilai, sebagai penegak hukum, kejaksaan harusnya menunjukkan kepada rakyat mereka taat hukum dan patuh terhadap putusan pengadilan.

"Eksekusi putusan yang harus dilakukan jaksa ialah cabut dulu penetapan Dahlan sebagai tersangka. Kemudian cabut keputusan pencegahan Dahlan ke luar negeri yang ditandatangani Jaksa Agung Muda bidang Intelijen atas nama Jaksa Agung," jelas dia.

Yusril mengaku akan terus memantau langkah yang diambil Kejati DKI usai kalah di praperadilan. Dia siap mengambil langkah guna mengimbangi upaya hukum yang akan dilakukan Kejati.

"Andai langkah selanjutnya akan diambil alih Kejagung, silahkan saja, tidak masalah bagi kami. Kami siap saja berhadapan dengan Kejagung, bahkan bilamana perlu berhadapan langsung dengan Jaksa Agungnya dalam menangani perkara ini," tugas dia.

PN Jaksel memenangkan gugatan praperadilan Dahlan pada Selasa 4 Agustus kemarin. Status tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gardu induk di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat pada periode 2011-2013 senilai Rp1,063 triliun yang disematkan kepada bekas Direktur Utama PLN itu tak sah.

Menanggapi putusan itu, Kejati DKI menyatakan akan terus mengembangkan fakta terkait kasus yang menjerat Dahlan Iskan. Namun, Kejati belum bisa memastikan apakah akan mengeluarkan surat perintah penyidikan baru untuk Dahlan.

"Kita akan pelajari putusan itu dan akan kita kembangkan semua fakta dari apa yang kita dapatkan," kata Kepala Kejati DKI Jakarta M. Adi Toegarisman di Kejati DKI Jakarta, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu tadi.

Adi memastikan, Kejati tak akan berhenti menjerat Dahlan, meski gugatan praperadilannya dikabulkan PN Jaksel. "Ini bukan akhir, ini awal kami menindakjanjutinya. Perkara ini kan satu kesatuan utuh yang sudah disidangkan, yang sudah masuk dalam tahap penyidikan," tambahnya.

Sementara, Kejaksaan Agung menyakini Kejati DKI Jakarta bakal membuat sprindik baru guna mengusut kasus pembangunan gardu induk yang menjerat Dahlan. Dalam sprindik baru tersebut Kejati DKI Jakarta belum akan menetapkan status tersangka.

"Kejati DKI Jakarta yang melakukan penyidikan perkara besar, kemungkinan akan membuat sprindik kembali untuk penanganan dugaan korupsi pembangunan gardu listrik dengan tersangka yang belum ditetapkan," jelas Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Spontana, Selasa 4 Agustus kemarin.


(DRI)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

1 day Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /