Ibu Kota Jakarta Tak Ramah untuk Pejalan Kaki

Wanda Indana    •    06 Agustus 2015 06:23 WIB
dki jakarta
Ibu Kota Jakarta Tak Ramah untuk Pejalan Kaki
Pejalan kaki berjalan di trotoar yang rusak di Jakarta Selatan. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan gedung-gedung pencakar langit nan kokoh terus digencarkan di Jakarta. Hampir setiap bulan, selalu ada proyek-proyek baru yang digarap para pengembang.

Namun, pemadangan itu bertolak belakang dengan kondisi jalur pejalan kaki (Pedestrian). Hampir seluruh pedestrian atau trotoar rusak parah. Belum lagi, adanya invasi para pedagang kaki lima (PKL) yang mencaplok trotoar untuk berjualan.

"Sangat tidak layak, kondisinya kini memprihatinkan sekali. Banyak diduduki PKL, belum lagi diserobot pengendara motor," ujar Pengamat Perkotaan, Nirwono Joga, kepada Metrotvnews.com, Rabu (5/8/2015).

Nirwono menyebutkan, beberapa pedestrian yang layak untuk pejalan kaki hanya ada di beberapa lokasi seperti kawasan Menteng, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan kawasan Monas. "Hanya 10 persen saja yang bagus, kalau di tempat lainnya sangat tidak layak," tandas dia.

Menurut Nirwono, undang-undang nomor 22 tahun 2012 Pasal 131 ayat 1 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) secara jelas menyatakan bahwa trotoar milik pejalan kaki. Namun, Pemprov DKI tidak serius melindungi hak para pejalan kaki.

"Undang-undangnya sudah jelas, siapa yang boleh melewati trotoar. Tapi kembali lagi ke perilaku masyarakat, pengendara motor sering menyerobot trotoar," pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama berencana memperlebar jalur pejalan kaki. Namun, rencana itu terkendala karena sulitnya mendapat lahan untuk memperluas pedestrian. Karena itu, nantinya dia akan meminta pemilik gedung-gedung lama untuk memberikan sebagian tanah.

Sebab, Kata Ahok, beberapa gedung dapat dimundurkan untuk membangun jalur pedestrian. Pemprov DKI juga sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) untuk memaksa pemilik gedung khususnya gedung baru untuk memberikan tanah.

"Waktu dia mengajukan SPPT kami paksa dia kasih, yang repot itu adalah bangunan gedung lama," ujar Ahok, Kamis 4 Desember 2014.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, pembangunan jalur pedestrian dengan memundurkan bangunan sudah ada aturannya. Dia juga menuturkan sebagian tanah juga akan digunakan untuk jalur light rail transit (LRT).

"Karena sudah ada aturannya kami minta mereka mundur, kami nego. Makanya ada yang bisa diperluas dan tidak, paling mau kami hantam dengan light rail di antara gedung-gedung kayak di Chicago," terangnya.

Pelebaran jalur pedestrian dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki. Langkah itu sejalan dengan program Pemprov DKI untuk membatasi sepeda motor di jalan-jalan protokol. Jalur pedestrian yang dapat diperlebar ada di sekitar Jalan Sabang, Jalan Merdeka Barat, Jalan Wahid Hasyim, sekitaran Menteng, dan Hayam Wuruk. 


(DRI)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

1 day Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /