Pengamat: Motor Masuk Tol Langgar Undang-undang

Wanda Indana    •    06 Agustus 2015 06:34 WIB
lalu lintas
Pengamat: Motor Masuk Tol Langgar Undang-undang
Sejumlah kendaraan yang memasuki Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) terjebak macet di Gerbang Tol Fatmawati, Jakarta, Rabu (5/8). Foto: MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta melalui Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan membolehkan sepeda motor masuk ke jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) depan Mal Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.

Pengamat Perkotaan Nirwono Joga mengatakan, upaya pengalihan sepeda motor ke jalan tol melanggar aturan, yakni Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Apapun alasanya tetap melanggar Undang-undang," kata Nirwono kepada Metrotvnews.com, Rabu (5/8/2015).

Nirwono mengungkapkan, di dalam UU nomor 22 tahun 2009 itu dijelaskan, jalan tol hanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Karena itu, dia mengaku tidak sepakat adanya rencana pemerintah daerah untuk menghalalkan sepeda motor masuk tol.

"Jelas tidak setuju. Kalau Pemda melegalisasi untuk motor masuk tol berdampak buruk. Ini kaitannya dengan keselamatan, kendaraan yang dibolehkan masuk tol kan yang memiliki kecepatan tinggi," jelasnya.

Diperbolehkannya kendaraan roda dua melintasi jalan tol, dimaksudkan agar kemacetan pada jam-jam sibuk di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan berkurang. Kemacetan di wilayah tersebut lantaran volume kendaraan, juga diakibatkan oleh akibat proyek pelebaran jalan.

"Kami ambil kebijakan, pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB setiap hari kerja sepeda motor kita arahkan masuk jalur tol, tapi dikasih pengaman berupa pembatas agar sepeda motor tetap di kiri," kata Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Ipung Purnomo Ipung saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Senin (3/8/2015).


(DRI)

Video /