Kejaksaan Sita Mobil Listrik dari Universitas Riau

Mufti Sholih    •    06 Agustus 2015 08:31 WIB
mobil listrik
Kejaksaan Sita Mobil Listrik dari Universitas Riau
Mobil listrik disita---MI/Atet Dwi

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Kejaksaan Agung menyita tiga mobil listrik dari Universitas Riau. Mobil itu diduga terkait dengan kasus korupsi mobil listrik di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ada tiga unit mobil listrik itu disita penyidik Kejagung dari Universitas Riau," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau Mukhzan seperti dilansir Antara, Kamis (6/8/2015).

Ia menjelaskan, penyitaan dilakukan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Rabu kemarin. Sedangkan pihak Kejati Riau hanya mendampingi. Menurut dia, penyitaan tersebut adalah bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi, dan tiga mobil itu akan menjadi barang bukti.

Meski begitu, Mukhzan mengaku tak bisa terlalu banyak berkomentar terkait dengan kasus tersebut karena ditangani Kejagung. Mobil listrik yang disita sempat diperlihatkan di Kejati Riau, yakni berwarna putih dan terdapat logo Pertamina di bagian depannya.

Sebelumnya, penyidik Kejagung juga telah menyita beberapa mobil listrik yang dihibahkan ke Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Kasus dugaan korupsi tersebut awalnya terjadi pada 2013 ketika Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri BUMN. Kala itu, Dahlan disebut menugaskan sejumlah BUMN, yakni PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT BRI untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik guna mendukung kegiatan operasional konferensi APEC 2013 di Bali.

Jaksa kemudian menduga adanya penyimpangan, lantaran 16 mobil tersebut akhirnya tidak bisa benar-benar digunakan. Mobil itu kemudian dihibahkan ke enam universitas, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bogor (ITB), UGM, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Riau.

Akibat dari proyek itu, ketiga BUMN mengalami kerugian. Namun, Kejagung belum mengungkapkan kerugian yang dialami negara. Dalam kasus tersebut, penyidik Kejagung telah menahan Direktur Utama PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi, yang menjadi tersangka. Dasep adalah pihak swasta yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN untuk menggarap proyek mobil listrik yang dipamerkan pada ajang konferensi APEC
2013. Namun, proyek yang dibiayai tiga perusahaan BUMN itu, berhenti di tengah jalan.

Dari total Rp32 miliar dana yang dikucurkan, tersangka Dasep sudah mengantongi sekira 92 persen pembayaran. Kegagalan proyek itu dinilai sebagai kerugian negara sehingga dijadikan dasar oleh tim penyidik pidana
khusus untuk menetapkan Dasep sebagai tersangka. Selain Dasep, pihak kejaksaan juga menetapkan Agus Suherman selaku pejabat pembuat komitmen di Kementerian BUMN. Agus juga menjabat kepala Bidang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tanggung Jawab Kementerian BUMN.


(TII)


Video /