Wacana Penghapusan Bus Sekolah Kemungkinan Batal

Wanda Indana    •    06 Agustus 2015 10:55 WIB
bus sekolah
Wacana Penghapusan Bus Sekolah Kemungkinan Batal
Ilustrasi Bus Sekolah--Antara/Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana untuk menghapus bus sekolah di DKI Jakarta kemungkinan tidak terlaksana. Sebab, bus sekolah dianggap masih dibutuhkan oleh siswa.

"Saya lihat kalau bus sekolah dihapuskan sangat disayangkan. Ini kan karena sosialisasinya saja yang tidak tajam. Sehingga siswa tidak tahu rutenya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andriansyah di Kantor Dishub Jakarta, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2015) kemarin.

Andriansyah mengatakan sosialisasi bus sekolah nanti yang akan diperbaiki. Perbaikan dilakukan dengan cara bekerja sama dengan lurah, camat, RT/RW. "Serta bisa juga dengan menyebarkan brosur ke sekolah-sekolah," lanjut dia.

Selain itu, Dishub juga meminta Pemprov DKI Jakarta agar bisa lebih mengenalkan bus sekolah dengan menggunakan media sosial, semisal Facebook atau Twitter. "Jadi, tolong sosialisasinya dipertajam," imbuhnya.

Bus sekolah ini juga nantinya bisa terintegrasi dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Para siswa yang memiliki KJP bisa menyambung ke bus TransJakarta tanpa dipungut biaya.

"Seumpamanya setiap siswa punya KJP kan dia bisa naik TransJakarta gratis. Nanti rute bus sekolah yang bersinggungan dengan TransJakarta kita ubah sebagai pengumpan. Jadi, bus sekolah bermanfaat dan TransJakarta juga bermanfaat," terangnya.

Saat ini DKI baru memiliki 174 unit bus sekolah. Dari 174 unit, sejumlah 34 unit bus sudah tidak dipakai karena umurnya sudah cukup tua. Lalu, ada 140 bus yang sudah uji kir, 10 di antaranya tidak lolos.

Bus sekolah ini terbagi dalam dua kategori: bus besar dan mobil sejenis elf. Bus besar berjumlah 95 unit dan elf 45 unit. Untuk bus besar sudah melayani 15 rute, sementara untuk jenis elf menyisir 8 zonasi.

Seandainya bus sekolah sosialisasi serta pembenahannya sudah baik, Andri yakin jika jumlah penumpang bus sekolah dapat naik. "Target kita itu sehari 35.000 penumpang, tapi saat ini baru 19.000. Tapi, saya yakin kalau sosialisasi bagus pasti bisa mencapai target," tandas dia.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama berencana menghentikan layanan bus sekolah gratis. Sebab bus sekolah gratis dinilai tidak efektif. "Bus sekolah mau saya hilangkan. Orang miskin juga enggak ada yang naik itu," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, meski layanan bus sekolah gratis dihapus, nantinya para pelajar ‎bisa menggunakan bus TransJakarta secara gratis dengan menunjukkan Kartu Jakarta Pintar (KJP).


(YDH)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /