Sidang Suap Akil Mochtar

Tanpa Penasihat Hukum, Rusli Sibua Ditegur Hakim

Surya Perkasa    •    06 Agustus 2015 11:42 WIB
suap mk
Tanpa Penasihat Hukum, Rusli Sibua Ditegur Hakim
Rusli Sibua memasuki gedung KPK, Jakarta, Senin 27 Juli 2015. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang pembacaan dakwaan Bupatai Morotai Rusli Sibua kembali ditunda karena terdakwa tak didampingi penasihat hukum. Rusli yang datang sendirian ditegur oleh Hakim Ketua Supriyono.

"Apakah saudara tidak didampingi penasehat hukum? Jadwal persidangan kan sudah diberikan jauh-jauh hari. Kemana penasihat hukum saudara," kata Hakim Supriyono kepada Rusli di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Rusli mengatakan penasihat hukumnya sedang mengurus praperadilan yang ia ajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim Supriyono kembali menanyakan alasan tidak ada satupun penasihat hukum mendampingi Rusli.

"Berapa banyak penasihat hukum saudara?" tanya Hakim.

"Empat, lima yang mulia," jawab Rusli.

"Kenapa tidak didampingi satu atau dua penasihat hukum," tanya Supriyono kepada Rusli.



Rusli Sibua sendirian di ruang sidang Tipikor, Kamis 6 Agustus 2015. Foto: MTVN/Surya Perkasa

Hakim terus mencecar Rusli dengan pertanyaan seputar ketidakhadiran penasihat hukumnya. Hakim Supriyono pun menegur Rusli yang dinilai mengulur waktu dan mengganggu proses persidangan. "Peradilan ini tidak terpengaruh oleh praperadilan."

Hakim kemudian bertanya apakah Rusli keberatan jika dakwaan dibacakan tanpa kehadiran penasihat hukum. Rusli keberatan karena mengaku tidak mengerti. (Klik: Empat Keberatan Rusli Sibua kepada KPK)

Majelis Hakim memutuskan menunda sidang pembacaan dakwaan hingga Senin pekan depan. Selanjutnya, Hakim Supriyono menegaskan, persidangan akan tetap berjalan dengan atau tanpa penasihat hukum terdakwa.

"Majelis mengabulkan permintaan saudara. Akan tetapi, pada persidangan berikutnya akan tetap berlanjut karena sudah menggangu proses persidangan," tegas Supriyono.

Rusli merupakan tersangka kasus dugaan suap kepada Akil Mochtar (saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi) dalam pengurusan sengketa Pilkada Morotai.
Surat perintah penyidikan (sprindik) terhadap Rusli Sibua diterbitkan pada 25 Juni.

Dia disangka memberi atau menjanjikan sesuatu kepada Akil dengan tujuan untuk mempengaruhi putusan sengketa Pilkada Morotai pada 2011.

Dalam dakwaannya, Akil disebut meminta uang untuk menyetujui keberatan hasil Pilkada di Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Dia menerima Rp2,989 miliar dari Rp6 miliar yang diminta.  (Klik: Saksi Ahli Sebut Praperadilan Bupati Morotai Tidak Bisa digugurkan)

Sengketa pilkada Pulau Morotai diikuti enam pasang calon. Pasangan Arsad Sardan dan Demianus Ice sebagai pemenang. Rusli dan pasangannya, Weni R Paraisu, menggugat dengan menunjuk Sahrin Hamid sebagai pengacara.

Sahrin kemudian menghubungi Akil melalui SMS. Akil menelepon Sahrin agar menyampaikan kepada Rusli Sibua untuk menyiapkan uang Rp6 miliar.

Permintaan ini diteruskan Sahrin ke Rusli di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Namun, Rusli hanya menyanggupi Rp3 miliar. Rusli lalu mengirimkan Rp2,989 miliar ke rekening CV Ratu Samagat.

Kiriman duit ini diberi keterangan sebagai "angkutan kelapa sawit" sebagaimana diminta Akil. Uang dikirim bertahap, Rp500 juta pada 16 Juni 2011, Rp500 juta juga pada 16 Juni 2011, dan Rp1,989 miliar pada 20 Juni 2011.

Setelah uang dikirim, pada persidangan 20 Juni 2011, MK memutuskan mengabulkan permohonan Rusli Sibua dan Weni R Paraisu. Dalam amarnya, MK membatalkan berita acara tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara pilkada KPU Kabupaten Pulau Morotai pada 21 Mei 2011.

Atas perbuatannya ini, Rusli disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.


(TRK)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /