Bawaslu: Tak Ada Jaminan 7 Daerah Ikut Pilkada Serentak

Ilham wibowo    •    06 Agustus 2015 16:35 WIB
pilkada serentak
Bawaslu: Tak Ada Jaminan 7 Daerah Ikut Pilkada Serentak
Nelson Simanjuntak. Foto: MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memperpanjang waktu pendaftaran pilkada mulai 9-11 Agustus 2015. Namun, keputusan KPU atas rekomendasi Bawaslu tersebut bukanlah jaminan tujuh daerah yang memiliki calon tunggal, pasti akan mengikuti gelaran Pilkada Serentak.

"Siapa yang bisa menjamin. Kita hanya mau serentakkan tanggal sembilan Desember, kalau tidak terpenuhi paling tidak dua pasangan calon, ya mereka tidak boleh ikut dan harus ditunda," tutur anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak saat ditemui Metrotvnews.com di Gedung Bawaslu, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2015).

Selain tujuh daerah yang terancam batal menggelar pilkada tahun ini, ada 83 daerah lain yang berpotensi punya calon tunggal. Di 83 daerah itu hanya ada dua bakal calon pemimpin. Jika salah satu tidak lolos verifikasi, otomatis tinggal menyisakan satu pasangan bakal calon. Artinya, pilkada hanya akan diikuti satu pasangan calon.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Hadar Nafis Gumay menyatakan, kalau satu atau bahkan dua bakal calon pemimpin di 83 daerah itu tidak lolos verifikasi, KPU akan membuka kembali waktu pendaftaran bakal calon kepala daerah. "Nanti setelah hasil verifikasi diumumkan dan ternyata hanya satu pasangan yang lolos, maka undang-undang juga mengatur kalau akan dibuka kembali pendaftaran," kata Hadar di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. 

Jika sampai batas masa perpanjangan pendafataran ternyata tetap hanya ada satu pasangan calon, pilkada di daerah tersebut ditunda hingga 2017. PKPU Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pencalonan menyatakan jika hingga masa perpanjangan masih ada daerah dengan calon tunggal, pemilihan di daerah yang bersangkutan akan ditunda hingga Pilkada Serentak tahap kedua pada 2017.

"Makanya usulan perpanjangan pendaftaran sekarang ini sebenarnya tidak begitu efektif. Kecuali ada aturan yang lebih tinggi setara dengan undang-undang," terang Hadar.

Hasil rekapitulasi KPU menyebut ada 838 pasangan calon yang bakal bertarung dalam Pilkada Serentak di 269 daerah pada 9 Desember. Sebanyak 155 pasangan calon maju lewat jalur perseorangan. Sedangkan 683 pasangan calon maju dengan didukung partai politik.

Ada tujuh daerah yang hanya memiliki satu pasangan bakal calon kepala daerah. Kemudian ada 83 daerah yang punya dua pasangan bakal calon kepala daerah. Sebanyak 150 daerah memiliki tiga sampai empat pasangan bakal calon kepala daerah.

Di 25 daerah tercatat lima hingga enam pasangan yang mendaftar bakal calon kepala daerah. Daerah yang punya enam pasangan bakal calon pemimpin ada empat daerah.

Tercatat sebanyak 780 bakal calon kepala daerah berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan bakal calon kepala daerah berjenis kelamin perempuan ada 58 orang. Kemudian ada 775 orang bakal calon wakil kepala daerah berkelamin laki-laki dan ada 63 perempuan maju sebagai bakal calon wakil kepala daerah.


(SAN)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

10 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /