Sekolah Tarik Pungutan Diancam Hukuman Penjara

Iswahyudi    •    06 Agustus 2015 20:28 WIB
pendidikan
Sekolah Tarik Pungutan Diancam Hukuman Penjara
Penyuluhan hukum untuk sekolah-sekolah di Kendal, Metrotvnews.com/ Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, melarang sekolah menarik pungutan pada orang tua siswa. Bila melanggar, tindakan itu masuk dalam pidana korupsi yang berujung hukuman penjara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriyani, saat mengadakan penyuluhan hukum terhadap Kepala sekolah SMP, SMA, SMK, dan UPTD  Pendidikan Kecamatan , Kamis 6 Agustus, di Aula SMP 1 Kendal.

Ketentuan itu, kata Yeni, sesuai ketentuan  Permendikbud nomor 44 tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar tidak diperkenankan. Oknum yang melakukan pungutan uang atau bentuk apapun dikenakan pidana gratifikasi.

Dalam Pasal 12b ayat 1 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pembrantasan tindak pidana korupsi. Ancaman pidananya berat, minimal empat tahun penjara maksimal hukuman pidana seumur hidup.
 
“Jadi hati-hati, saya imbau agar kepala sekolah tetap menaati peraturan yang ada. Sebab sanksinya tidak pidana tapi juga jabatan,” ujar Yeni.
 
Sekolah hanya diperbolehkan menerima sumbangan dari siswa, orang tua, masyarakat, maupun instansi lain. Jumlah besaran dan waktu menerimanya tak ditentukan.
 
 “Sekolah swasta pun juga ada aturannya,  yakni terjangkau dan tidak memberatkan orang tua siswa,” tambahnya.


(RRN)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

21 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /