Hina Perempuan, Donald Trump Batal Diundang ke Acara Republik

Willy Haryono    •    09 Agustus 2015 10:56 WIB
pemilu as
Hina Perempuan, Donald Trump Batal Diundang ke Acara Republik
Capres Donald Trump dalam siuatu acara debat di Ohio, AS, 6 Agustus 2015. (Foto: AFP / MANDEL NGAN)

Metrotvnews.com, Atlanta: Sejumlah panitia penyelenggara acara Partai Republik membatalkan undangan Donald Trump karena komentar kontroversial sang calon presiden tersebut. 

Komentar kontroversial Trump terjadi dalam acara debat Republik pada Kamis kemarin. Trump dikritik keras, bahkan oleh partainya sendiri, setelah mengucapkan kata-kata tak pantas pada moderator kantor berita Fox News, Megyn Kelly. 

Trump menyebut Kelly "tidak adil" karena mengangkat topik penggunaan kata-kata sang capres di Twitter. Kelly bertanya kepada Trump apakah ucapan seperti itu pantas digunakan seseorang yang hendak menjadi presiden Amerika Serikat. 

Sehari setelahnya, Trump balik menyerang Kelly dan menyebutnya sebagai "seseorang yang tidak saya hormati."

"Anda dapat melihat ada darah yang keluar dari kedua matanya, ada darah yang keluar dari tempat lain," sambung dia, yang dianggap sebagian orang merujuk pada menstruasi wanita. 

Ucapan itu langsung membuat salah satu pendukung kuat Republik di Atlanta, Redtstate Gathering, membatalkan acara Trump. 

"Walau secara personal saya menyukai Donald Trump, ucapannya mengenai Megyn Kelly di CNN bagi saya sudah keterlaluan," ujar Erick Erickson, orang yang mengadakan acara aktivis RedState, seperti dikutip AFP, Sabtu (8/8/2015).

Kandidat presiden wanita dari Republik, Carly Florina, turut mengecam komentar rekan satu partainya. 

"Tuan Trump: Tidak. Ada. Alasan," tulis Florina di akun Twitter. Ia kemudian menambahkan satu tweet lainnya: "Saya mendukung @megynkelly."


(WIL)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

4 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /