Minta Pulang, TKI Asal Jember Diancam Dijebloskan ke Penjara

Willy Haryono    •    10 Agustus 2015 10:35 WIB
tki
Minta Pulang, TKI Asal Jember Diancam Dijebloskan ke Penjara
TKI yang bermasalah di Arab Saudi tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 19 Januari 2015. (Foto: MI / Yuniar)

Metrotvnews.com, Makkah: Sejak pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium penempatan tenaga kerja Indonesia pada 2011 dan penghentian penempatan TKI ke Arab Saudi pada 2015, para pengguna jasa TKI gerah. Banyak majikan atau pengguna TKI yang menghalangi TKI untuk kembali ke Indonesia walaupun masa kontrak kerjanya sudah habis.

Hal ini dialami Wafa Binti Misrawi (29), TKI asal Jember, Jawa Timur, yang bekerja di salah satu salon di kota Jizan, Arab Saudi, sejak 3 Mei 2009 melalui PPTKIS Profilindo Adhi Perdana. Dalam perjanjian sebelumnya, telah disepakati Wafa akan dipulangkan ke Indonesia setelah dua tahun bekerja. Tetapi, hingga saat ini, janji tersebut tidak direalisasikan.

"Sewaktu perjanjian, majikan sudah sepakat setelah dua tahun bekerja akan dipulangkan, tapi sampai sekarang setiap ditanyakan beliau selalu marah dan mengancam akan menjebloskan saya ke penjara," ujar Wafa saat mengadu kepada Wakil Ketua POSPERTKI Cabang Makkah, Ahmad Jufriadi, pada Senin (10/08/2015) dini hari. 

Selain itu, Wafa menjelaskan salon tempat beliau bekerja pemilik aslinya bernama Saniyah, dan salon tersebut menggunakan nama warga Arab Saudi, yaitu Muhammad Abdullah Muhammad yang merupakan sponsornya.

Selama bekerja, Wafa tersebut tidak pernah berkomunikasi langsung dengan sponsor (kafil) tersebut. Selama ini komunikasi hanya dilakukan dengan Saniyah.

Dalam pengakuannya, Wafa pernah dipenjara selama empat hari pada 2013. Hal ini lantaran disaat sedang ingin ke rumah sakit, Wafa ditanya aparat keamanan. Saat mengetahui iqamah (permit) sudah habis masa berlaku, aparat langsung menahannya. Tetapi Wafa dibebaskan saat majikan datang ke tempat tahanan.

"Hingga saat ini, iqamah (permit) dan paspor saya belum diperpanjang oleh majikan. Saya pun waktu berangkat ke Arab Saudi menggunakan visa sebagai pekerja rumah tangga," sambung Wafa.

Wafa mengaku pernah mengadu ke KBRI Riyadh pada 2013, tetapi tidak ada tindak lanjutnya hingga saat ini. Untuk masalah gaji, Wafa mengaku tidak ada masalah, sebelumnya ia digaji sebesar 800 riyal Saudi, dan naik hingga 1.000 riyal Saudi. Serta sudah dua bulan ini, gajinya sudah naik hingga 3 ribu riyal Saudi per bulan.

Ahmad Jufriadi, Wakil Ketua Pengurus Cabang POSPERTKI kota Makkah, mengaku akan segera menindaklanjuti kasus dan melaporkan kasus Wafa ke KJRI Jeddah. Perlu diketahui pula, kota Jizan adalah salah satu kota yang masuk di bawah akreditasi KJRI Jeddah.

Sebelumnya, pada Minggu (09/08/2015), POSPERTKI Arab Saudi melaporkan kasus yang sama ke KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. Diantaranya, Titin Sumiati, TKI asal Karawang, Jawa Barat, yang sudah habis kontrak kerjanya di kota Dammam, tetapi tak dipulangkan. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke KBRI Riyadh melalui surat elektronik.

Begitu juga Asmah Binti Nurdin, sudah lima tahun bekerja di kota Jeddah dan tidak dipulangkan serta gajinya selama 2 tahun 11 bulan tidak diberikan. Kasusnya pun sudah dilaporkan langsung Ketua Umum POSPERTKI Ramida Muhammad dan Ketua Bidang Advokasi POSPERTKI Ahmad Ali Wafa ke KJRI Jeddah, yang diterima langsung atase ketenagakerjaan KJRI Jeddah Hertanto Setyo.

Saat melaporkan kasus Asmah Binti Nurdin ke KJRI Jeddah, POSPERTKI didampingi Ketua DPLN PDI Perjuangan Arab Saudi Sharief Rachmat. Pertemuan tersebut juga menindaklanjuti kasus–kasus TKI lainnya. (Pospertki)


(WIL)

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan
Inter Milan 2017--2018

Joao Cancelo Resmi Menjadi Milik Inter Milan

2 hours Ago

Inter Milan secara resmi mengonfirmasi perekrutan Joao Cancelo dengan status pinjaman dari Vale…

BERITA LAINNYA
Video /