DPD: Pemerintah Seperti Pemadam Kebakaran

Anggitondi Martaon    •    10 Agustus 2015 12:40 WIB
dpd
DPD: Pemerintah Seperti Pemadam Kebakaran
Anggota Komite I DPD RI Abdul Azis Khafia -- MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah pusat saat ini tengah mengambil ancang-ancang untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu), agar Pilkada serentak tidak tertunda. Namun, langkah tersebut justru menuai kritik dari banyak pihak.

"Pemerintah seperti pemadam kebakaran, ketika ada masalah baru memikirkan solusinya. Tidak memikirkan tindakan antisipatif," kata anggota Komite I DPD, Abdul Khafia, saat menjadi pembicara dalam dialog kenegaraan bertema 'Polemik Pilkada' di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Senator asal DKI Jakarta ini juga beranggapan, bahwa polemik calon tunggal merupakan kegagalan partai politik mempersiapkan kadernya sebagai pemimpin. Pasalnya, di sejumlah daerah parpol tidak mampu menghadirkan calon pemimpin sehingga muncul calon tunggal yang tidak dimungkinkan berdasarkan Undang-undang Pilkada.

"Dengan adanya calon tunggal merupakan kegagalan parpol melakukan kaderisasi," ungkapnya.

Terkendalanya Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember mendatang, akibat tujuh daerah yang calon kepala daerahnya hanya satu. Namun, hal tersebut bukan berarti negara berada dalam situasi genting sehingga pemerintah harus mengeluarkan Perppu.

"Saya tidak melihat alasan genting untuk keluar Perppu mengenai calon tunggal. Kalau mengeluarkan Perppu karena memperhatikan pembangunan daerah, ini terbantah ketika UU Pilkada sudah didesain adanya pejabat sementara," terang Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TEPI) Jeirry Sumampow.

Pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin menambahkan, tujuh daerah tersebut bisa dipimpin pejabat sementara (Pjs). Sehingga Presiden tidak perlu mngeluarkan Perppu untuk ketujuh daerah yang terancam diundur pelakasanaan Pilkada.

"Saya lihat nampaknya tidak ada kegentingan memaksa. Praktek ketatanegaraan kita Pjs itu biasa. Apalagi cuma tujuh kabupaten, banyak yang dipjs-kan. Artinya memang kalau kegentingan memaksa, Presiden harus berpikir 1.000 kali," katanya.


(NIN)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

11 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /