Presiden Ancam 'Pemain' Harga Daging Sapi

Damar Iradat    •    10 Agustus 2015 23:55 WIB
daging sapi
Presiden Ancam 'Pemain' Harga Daging Sapi
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau studio Indonesia Bussines Capital Market Channel (TV Bursa) usai peresmiannya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menduga ada permainan di balik mahalnya harga daging yang saat ini mencapai Rp130.000 per kilogram. Dia pun mengancam pihak-pihak yang berani bermain.  

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, sebetulnya stok daging sapi di Indonesia masih cukup banyak. Dia mengira, stok yang disimpan beberapa oknum yang menginginkan pemerintah mengimpor daging sapi dari luar.

"Sebetulnya, kalau dilihat, stok itu ada, tapi tidak dikeluarkan. Untuk apa sih? Supaya kita impor banyak. Kalau kita impor, pertanyaan saya, kalau kita impor daging, harga daging bisa turun Rp90.000 - 100.000, enggak?," kata Jokowi saat ditemui di Hotel Sahid, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta setelah memberikan pidato acara Milad ke-17 Partai Bulan Bintang, Senin (10/8/2015).

"Saya ingin bandingkan dengan harga di negara lain. Bisa saja kan harga di sana Rp50.000, bisa Rp40.000. Tapi, kalau sudah kita impor, harga masih tinggi, apa jalan keluarnya?"

Menurut dia, pemerintah sudah menyiapkan jalan keluar untuk mengatasi harga daging sapi yang melambung. Pemerintah akan turun tangan membeli langsung daging sapi untuk memastikan harga tetap rendah.

Jokowi juga geram dengan mafia daging sapi yang membuat harga menjadi sangat mahal. Dia memperingatkan, siapapun pihak yang bermain di belakang kenaikan harga bisa dijerat undang-undang.

"Ini permainan siapa? Lagi dicari. Sebentar lagi akan kita datangkan yang murah. (Untuk mafia daging) ada undang-undang pangan. Hati-hati. Itu saja," pungkasnya.

Dalam Pasal 53 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, memang tercantum jelas soal pelarangan penimbunan barangan pangan. Pasal itu berbunyi, "Pelaku Usaha Pangan dilarang menimbun atau menyimpan Pangan Pokok melebihi jumlah maksimal."

Sementara itu, pada Pasal 54 Ayat 2, tertera ancaman sanksi administratif kepada para penimbun pangan. Sanksi bisa berupa denda, penghentian sementara dari kegiatan, produksi, peredaran, atau pencabutan izin.


(OGI)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

6 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /